CNEWS, Bengkayang, Kalimantan Barat — Di tengah tantangan pembangunan kawasan perbatasan yang masih diwarnai keterbatasan infrastruktur dan akses ekonomi, kehadiran TNI melalui aparat teritorial kembali menunjukkan peran strategisnya. Kodim 1209/Bengkayang membuktikan komitmen tersebut lewat aksi nyata: membantu pembangunan rumah warga secara langsung di lapangan.
Adalah Serda Herman Kelana, Babinsa Koramil 1209-07/Jagoi Babang, yang turun langsung dalam kegiatan gotong royong pembangunan rumah milik warga di Dusun Saparan, Desa Kumba, Kecamatan Jagoi Babang, Jumat (1/5/2026). Tanpa sekat, ia membaur bersama masyarakat, mengangkat batako, menyiapkan material, hingga terlibat dalam setiap tahap pengerjaan fisik bangunan.
Langkah ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa. Dalam konteks wilayah perbatasan seperti Bengkayang, kehadiran Babinsa memiliki dimensi yang lebih luas: sebagai penghubung negara dengan masyarakat, sekaligus penjaga stabilitas sosial di wilayah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Serda Herman menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam membantu masyarakat merupakan bagian dari tugas pokok pembinaan teritorial. Ia menyebut, membantu kesulitan rakyat bukan hanya kewajiban moral, tetapi juga bentuk implementasi nyata dari doktrin kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Ini bukan hanya soal membangun rumah, tetapi membangun kebersamaan. Gotong royong seperti ini harus terus dijaga karena merupakan jati diri bangsa kita,” ujarnya di sela kegiatan.
Di lapangan, keterlibatan Babinsa terbukti memberi dampak signifikan. Proses pembangunan yang semula berjalan lambat kini dapat dipercepat. Selain itu, kehadiran aparat TNI juga memicu partisipasi warga lain untuk ikut membantu, menciptakan efek domino solidaritas sosial di tengah masyarakat desa.
Pemilik rumah yang menjadi penerima manfaat mengaku sangat terbantu, baik dari sisi tenaga maupun semangat. Dalam kondisi ekonomi terbatas, bantuan langsung seperti ini dinilai mampu menekan biaya pembangunan secara signifikan.
“Kami sangat berterima kasih. Kehadiran Babinsa bukan hanya membantu pekerjaan, tapi juga memberi semangat bagi kami untuk menyelesaikan rumah ini,” ungkapnya.
Secara terpisah, Danramil 1209-07/Jagoi Babang menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan wilayah yang berkelanjutan. Ia menilai, sinergi antara TNI dan masyarakat adalah fondasi utama dalam menciptakan stabilitas dan ketahanan wilayah, terutama di daerah perbatasan yang memiliki kerentanan tersendiri.
Menurutnya, pendekatan humanis melalui kegiatan sosial seperti ini jauh lebih efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat dibandingkan sekadar pendekatan formal semata. Dengan terjalinnya hubungan emosional yang kuat, potensi konflik sosial dapat diminimalisir, sementara partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah akan meningkat secara alami.
Fenomena keterlibatan aktif Babinsa dalam kehidupan masyarakat sipil juga menjadi cerminan transformasi peran TNI di era modern—tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan dan penjaga kohesi sosial.
Di tengah dinamika nasional yang terus berkembang, model kemanunggalan seperti yang ditunjukkan di Bengkayang menjadi contoh konkret bagaimana negara hadir hingga ke pelosok, menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyatnya.
Dengan aksi sederhana namun berdampak besar ini, Kodim 1209/Bengkayang kembali menegaskan bahwa kekuatan TNI tidak hanya terletak pada alat utama sistem persenjataan, tetapi juga pada kedekatannya dengan rakyat—sebuah fondasi yang selama ini menjadi pilar utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Pendim 1209/Bky | ANM)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar