-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

TABRAKAN MAUT KRL–ARGO BROMO: DEFIYAN CORI DESAK KAI & XANH SM BERTANGGUNG JAWAB, INVESTIGASI TOTAL HARUS DIBUKA KE PUBLIK

Rabu, 29 April 2026 | Rabu, April 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-28T20:01:01Z


CNEWS, Jakarta — Insiden tabrakan hebat antara KRL dan KA Argo Bromo pada Senin malam (27/4/2026) pukul 20.01 WIB menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Ekonom konstitusi Defiyan Cori menegaskan bahwa tragedi ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan peristiwa serius yang menuntut pertanggungjawaban penuh dari seluruh pihak terkait.


Dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (28/4), Defiyan menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak. Ia menekankan bahwa negara dan pihak operator wajib memastikan seluruh korban mendapatkan haknya secara adil, menyeluruh, dan berkelanjutan—baik dalam bentuk perawatan medis hingga santunan bagi korban meninggal dunia.


“Pemenuhan hak korban tidak boleh setengah hati. Negara harus hadir memastikan keadilan benar-benar dirasakan,” tegasnya.


Desakan Investigasi Menyeluruh


Lebih lanjut, Defiyan mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh dan berbasis fakta oleh aparat penegak hukum. Ia menilai, kemungkinan adanya kesalahan teknis maupun faktor kelalaian manusia (human error) harus diungkap secara transparan.


Menurutnya, sistem komunikasi antara pusat kendali operasi PT Kereta Api Indonesia dengan masinis patut menjadi fokus utama penyelidikan. Keterlambatan pengambilan keputusan dalam kondisi darurat dinilai berpotensi memperparah dampak kecelakaan.


“Dalam sistem transportasi berkecepatan tinggi, setiap detik sangat menentukan. Gangguan komunikasi atau keterlambatan respons bisa berujung fatal,” ujarnya.


Xanh SM Disorot: Pelanggaran Tak Bisa Ditoleransi


Tak hanya KAI, Defiyan juga menyoroti keterlibatan perusahaan taksi listrik Xanh SM yang diduga melakukan pelanggaran dengan berhenti di jalur perlintasan KRL.


Ia menilai tindakan tersebut mencerminkan lemahnya disiplin operasional dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Menurutnya, perusahaan harus bertanggung jawab penuh jika terbukti lalai.


“Ketidakpatuhan terhadap rambu perlintasan bukan sekadar pelanggaran biasa. Ini bisa menjadi indikator buruknya manajemen keselamatan perusahaan,” tegasnya.


Direksi KAI dan Pengelola BUMN Ikut Diminta Bertanggung Jawab


Dalam pernyataan yang lebih keras, Defiyan juga meminta pertanggungjawaban jajaran direksi dan komisaris KAI, termasuk pengelola investasi BUMN seperti Danantara dan BP BUMN. Ia menilai ada potensi kelalaian dalam pengelolaan sistem dan prioritas investasi yang berdampak pada kualitas layanan publik.


Menurutnya, arah investasi BUMN saat ini perlu dievaluasi secara serius. Ia mengkritik adanya alokasi dana ke sektor-sektor yang dinilai tidak strategis dan tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.


“Investasi BUMN harus difokuskan pada sektor vital, terutama transportasi publik berteknologi tinggi yang menyangkut keselamatan dan hajat hidup orang banyak,” ujarnya.


Soroti Arah Investasi: Transportasi Harus Jadi Priorita

Defiyan juga mendorong agar penguatan sektor perkeretaapian nasional menjadi prioritas utama, termasuk pengembangan jaringan kereta antar pulau dan modernisasi sistem keselamatan.


Ia menilai, dana besar BUMN seharusnya diarahkan untuk memperkuat industri strategis seperti energi, pertambangan, dan transportasi publik—bukan pada sektor yang dapat dikelola oleh swasta atau koperasi.


“Tidak relevan jika dana besar BUMN hanya digunakan untuk investasi jangka pendek. Negara harus fokus pada pembangunan infrastruktur dasar yang berdampak luas,” katanya.


Momentum Evaluasi Nasional


Tragedi ini dinilai menjadi peringatan keras bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi nasional, khususnya dalam aspek keselamatan, koordinasi operasional, serta pengawasan terhadap pihak swasta yang terlibat.


Defiyan menegaskan, tanpa langkah tegas dan transparan, kepercayaan publik terhadap sistem transportasi dan pengelolaan BUMN akan terus menurun.


“Ini bukan sekadar kecelakaan, tapi ujian serius bagi negara dalam menjamin keselamatan warganya. Jika tidak ditangani secara terbuka dan tuntas, maka risiko kejadian serupa akan terus menghantui,” pungkasnya.


Sumber: Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Reporter: Edo Lembang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update