-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

“Bandar Togel ‘Mama Umi’ Diduga Kebal Hukum, LSM WGAB Desak Polres Nabire Bertindak Tegas Tanpa Tebang Pilih”

Sabtu, 25 April 2026 | Sabtu, April 25, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-25T05:12:50Z


CNEWS | NABIRE, PAPUA TENGAH — Dugaan bangkitnya kembali praktik perjudian togel di Kota Nabire memicu sorotan tajam publik. Lembaga Swadaya Masyarakat WGAB secara resmi mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Nabire, untuk segera bertindak tegas menangkap seorang bandar yang dikenal dengan sebutan “Mama Umi” yang diduga masih leluasa menjalankan aktivitas ilegal tersebut.


Ketua LSM WGAB, Yerry Basri Mak, dalam keterangannya kepada media pada Sabtu (24/4/2026), mengungkapkan bahwa sebelumnya aparat kepolisian telah melakukan langkah progresif dengan menggelar patroli intensif serta operasi sweeping terhadap praktik perjudian di wilayah Nabire.


POTO TEMPAT TRANSAKSI JUDI

“Sekitar satu minggu lalu, kami mengapresiasi langkah cepat Polres Nabire yang melakukan patroli dan penindakan terhadap aktivitas perjudian. Sejumlah pengecer hingga bandar sempat diamankan, dan aktivitas togel sempat berhenti total,” ujar Yerry.


Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Dalam beberapa hari terakhir, praktik perjudian kembali muncul secara terang-terangan dan bahkan diduga dijalankan oleh pemain lama dengan skala yang cukup besar.


“Per hari ini, 24 April 2026, aktivitas perjudian togel kembali berjalan. Bandar yang dikenal sebagai Mama Umi diduga kembali membuka penjualan togel di kawasan samping Jepara, Kota Nabire. Aktivitas ini sudah berlangsung sekitar dua hari, namun belum tersentuh oleh aparat penegak hukum,” tegasnya.


LSM WGAB menilai kondisi ini sebagai indikasi lemahnya konsistensi penegakan hukum, bahkan memunculkan kecurigaan adanya pembiaran terhadap praktik ilegal yang jelas merugikan masyarakat dan mencederai wibawa hukum.


“Ini menjadi pertanyaan serius. Apakah hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas? Kami mendesak Polres Nabire untuk tidak tebang pilih dalam penegakan hukum. Siapapun pelakunya, termasuk bandar besar seperti Mama Umi, harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” lanjut Yerry dengan nada tegas.


Selain itu, WGAB juga meminta adanya transparansi dalam penanganan kasus perjudian di Nabire, termasuk memastikan tidak adanya oknum aparat yang bermain di belakang layar.


“Jika tidak segera ditindak, ini bisa menjadi preseden buruk. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan terhadap aparat penegak hukum. Kami minta pembongkaran total jaringan perjudian togel ini, bukan hanya menyasar pemain kecil,” tambahnya.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Nabire terkait dugaan beroperasinya kembali praktik togel tersebut.


Kasus ini kembali menegaskan bahwa perang melawan perjudian bukan hanya soal operasi sesaat, melainkan membutuhkan konsistensi, integritas, dan keberanian aparat dalam menindak aktor-aktor besar di baliknya. Jika tidak, praktik ilegal akan terus berulang dan semakin mengakar di tengah masyarakat. (Tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update