CNEWS | WAROPEN, PAPUA — Aktivitas pertambangan emas ilegal di Distrik Wapoga, Kabupaten Waropen, Papua, kian mengkhawatirkan. Tambang ilegal yang diduga dikelola perusahaan-perusahaan tanpa izin dengan keterlibatan Warga Negara Asing (WNA) asal Cina itu dituding telah menimbulkan kerusakan lingkungan serius dan mengancam hak hidup masyarakat adat setempat.
Aktivis Papua sekaligus Ketua LSM WGAB Papua, Yerry Basri, S.H., M.H., kepada CNEWS menegaskan bahwa praktik tambang emas ilegal di wilayah tersebut sudah berlangsung masif dan nyaris tanpa pengawasan negara.
“Pertambangan emas ilegal di Kabupaten Waropen, khususnya Distrik Wapoga, sangat marak. Ini bukan aktivitas kecil, tapi sudah terorganisir dan sistematis,” tegas Yerry.
Kali Ular Rusak Parah, Urat Nadi Kehidupan Warga Terancam
Menurut Yerry, salah satu titik paling aktif pertambangan emas ilegal berada di kawasan Kali Ular, Distrik Wapoga. Sungai tersebut merupakan urat nadi kehidupan masyarakat adat, menjadi sumber air bersih, pangan, serta ruang hidup warga kampung-kampung sekitar seperti Totoberi, Samanui, dan Kamarisano.
“Sungai adalah kehidupan masyarakat Wapoga. Sekarang kondisinya rusak. Air berubah warna, ekosistem hancur, dan masyarakat adat kehilangan ruang hidupnya,” ungkapnya.
LSM WGAB Papua juga mengklaim menemukan indikasi kerusakan masif berdasarkan citra satelit yang menunjukkan perubahan warna mencolok sepanjang aliran sungai, yang diduga kuat akibat aktivitas pengerukan tambang emas ilegal.
10 Excavator, Truk, dan BBM Disuplai Kapal LCT
Hasil temuan lapangan menunjukkan skala operasi tambang ilegal ini sangat besar. Di lokasi ditemukan sekitar 10 unit excavator, belasan truk, serta ratusan liter BBM yang digunakan untuk menunjang aktivitas penambangan.
Alat-alat berat tersebut diduga kuat didatangkan menggunakan kapal LCT Samudra Rahayu I, memperkuat dugaan adanya jalur logistik terencana dan keterlibatan banyak pihak.
“Ini tidak mungkin berjalan tanpa pembiaran. Skala alat beratnya besar dan distribusi logistiknya jelas,” kata Yerry.
Diduga Libatkan Oknum Purnawirawan Jenderal
Lebih jauh, Yerry mengungkapkan beredarnya informasi mengenai dugaan keterlibatan oknum purnawirawan jenderal dalam pengelolaan tambang emas ilegal di Wapoga. Ia mendesak aparat penegak hukum mengusutnya secara terbuka dan transparan.
“Jika benar ada keterlibatan oknum purnawirawan jenderal, ini harus dibongkar. Negara tidak boleh kalah oleh mafia tambang,” tegasnya.
Desak Bupati Waropen Sidak dan Tutup Total Tambang Ilegal
Aktivis lingkungan Papua itu secara tegas mendesak Bupati Waropen untuk segera turun langsung ke Distrik Wapoga, melakukan inspeksi mendadak (sidak), dan menutup total seluruh aktivitas tambang emas ilegal.
Selain itu, Yerry juga meminta Imigrasi Papua segera turun tangan untuk menangkap dan memproses hukum WNA Cina yang diduga terlibat langsung dalam pengelolaan tambang ilegal tersebut.
“Tangkap WNA Cina yang terlibat, proses hukum tanpa pandang bulu. Negara harus hadir melindungi rakyat adat Papua,” pungkasnya. ( Ybm)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar