-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

TERMINAL PASAR YOUTEFA TERENDAM BANJIR, PASAR MEMPRIHATINKAN: WARGA DESAK PEMKOT JAYAPURA SEGERA BANGUN TERMINAL DAN PASAR YANG LAYAK

Selasa, 22 September 2026 | Selasa, September 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-22T12:56:54Z

CNEWS | PAPUA — Kondisi Terminal dan kawasan Pasar Youtefa, Kota Jayapura, Papua, dilaporkan kembali memprihatinkan setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sekitar pukul 18.00 hingga tengah malam. Genangan air dilaporkan masih berada di dalam kawasan terminal hingga Selasa (22/9/2026).


Berdasarkan informasi yang disampaikan pemerhati lingkungan sekaligus Ketua LSM WGAB Papua, Yerry Basri Mak, SH, MH, air yang menggenangi kawasan Terminal Pasar Youtefa diduga berasal dari luapan kali akibat tingginya curah hujan.


Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas di kawasan pasar dan terminal terganggu. Sebagian pedagang disebut memilih keluar dari kawasan pasar untuk tetap berjualan, sementara aktivitas kendaraan angkutan umum di dalam terminal turut terdampak.


Yerry menilai kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan. Menurutnya, Pemerintah Kota Jayapura perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik terminal, sistem drainase, serta tata kelola kawasan Pasar Youtefa agar persoalan banjir tidak berulang setiap kali hujan dengan intensitas tinggi.


“Pemerintah Kota Jayapura harus segera membangun Terminal Pasar Youtefa yang layak dan bagus. Kalau hujan dan banjir lagi, jangan sampai terminal kembali terendam dan para sopir terpaksa parkir di luar terminal,” tegas Yerry.


Sebagai Ketua LSM WGAB Papua dan pemerhati lingkungan, Yerry juga meminta pemerintah tidak hanya melakukan penanganan setelah banjir terjadi. Menurutnya, diperlukan langkah pencegahan dan pembangunan infrastruktur yang mampu menghadapi kondisi cuaca ekstrem serta aliran air di sekitar kawasan pasar.


“Jangan sampai setiap hujan masyarakat kembali menjadi korban. Terminal itu harus menjadi tempat yang aman bagi sopir, pedagang, penumpang dan masyarakat, bukan justru menjadi titik genangan,” ujarnya.


Kritik terhadap Infrastruktur dan Drainase


Peristiwa ini kembali menempatkan persoalan infrastruktur dan drainase perkotaan sebagai perhatian publik. Jika benar genangan terjadi akibat luapan aliran air yang masuk ke kawasan pasar, pemerintah perlu memastikan kapasitas drainase, saluran pembuangan, elevasi kawasan, serta pengendalian aliran air di sekitar Terminal Pasar Youtefa memadai.


Kondisi lapangan juga perlu diperiksa secara teknis untuk memastikan penyebab genangan. Apakah disebabkan curah hujan tinggi, luapan kali, kapasitas drainase yang tidak mencukupi, sedimentasi, atau kombinasi sejumlah faktor.


Karena itu, Yerry meminta Pemerintah Kota Jayapura tidak berhenti pada kegiatan pembersihan genangan, melainkan melakukan kajian teknis dan menyiapkan solusi permanen.


“Pemerintah harus hadir sebelum bencana terjadi, bukan hanya setelah masyarakat mengalami dampaknya. Kalau persoalan ini berulang, perlu ada evaluasi pembangunan dan sistem drainase secara serius,” kata Yerry.


Pedagang dan Sopir Jangan Terus Menanggung Dampak


Genangan di kawasan terminal dan pasar bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.


Pedagang membutuhkan kawasan pasar yang layak untuk berjualan, sementara sopir angkutan membutuhkan terminal yang dapat digunakan secara normal. Jika terminal tidak dapat berfungsi ketika hujan deras, masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut menjadi pihak yang paling terdampak.


Yerry meminta Pemkot Jayapura membuka ruang dialog dengan pedagang, sopir angkutan, pengelola pasar dan masyarakat sekitar untuk mendapatkan gambaran langsung mengenai persoalan yang terjadi.


Ia juga mendorong pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi drainase dan aliran air di sekitar Pasar Youtefa serta menyusun rencana penanganan jangka pendek dan pembangunan jangka panjang.


CNEWS menilai persoalan Terminal Pasar Youtefa perlu mendapat perhatian serius pemerintah, khususnya menyangkut keselamatan, kelancaran transportasi, aktivitas perdagangan dan ketahanan infrastruktur terhadap hujan berintensitas tinggi.


Masyarakat berhak memperoleh fasilitas publik yang aman dan layak. Pemerintah pun perlu memastikan pembangunan tidak sekadar selesai secara fisik, tetapi mampu berfungsi ketika menghadapi kondisi lingkungan yang sebenarnya. (Tim/Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update