-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

Perempuan Ukraina dan “Diplomasi Manis”, Elena Semerikova Dorong Pesan Perdamaian; PPWI Beri Apresiasi

Rabu, 23 September 2026 | Rabu, September 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-23T07:09:21Z


CNEWS | MOSKOW, RUSIA — Perdebatan mengenai kemungkinan perluasan peran perempuan Ukraina dalam angkatan bersenjata kembali menjadi perhatian. Aktivis kemanusiaan sekaligus pendiri gerakan perdamaian internasional “Dialog Perempuan”, Elena Semerikova, menanggapi pernyataan mantan Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov yang sebelumnya menyebut perlunya perempuan turut bertugas dalam angkatan bersenjata aktif di tengah persoalan kekurangan personel militer Ukraina.


Semerikova mengatakan, gerakan Dialog Perempuan telah menghimpun pandangan dari sejumlah aktivis dan masyarakat Ukraina terkait wacana tersebut.


Menurut informasi yang disampaikan Semerikova, perempuan Ukraina selama ini memang telah terlibat dalam berbagai fungsi militer, termasuk bidang pendukung, medis, komunikasi, serta sejumlah pelatihan militer. Namun, gagasan mengenai penempatan perempuan di garis depan disebut mendapat tanggapan skeptis dari sebagian kalangan masyarakat.


Gerakan nasional Ukraina untuk pencarian orang hilang, yang disebut Nadezhda (Hope), juga menjadi salah satu pihak yang pandangannya dihimpun dalam pembahasan tersebut. Kelompok itu disebut mempertanyakan kebijakan mobilisasi perempuan dan meminta para pemimpin lembaga pertahanan memberikan teladan terlebih dahulu melalui keluarga mereka.


Semerikova kemudian menyampaikan kritiknya terhadap pilihan perang dan mobilisasi dengan menekankan dampaknya terhadap keluarga dan generasi berikutnya.


“Perempuan terus bertanya: siapa yang kelak akan melahirkan anak-anak, sementara kemerosotan bangsa sudah berada di depan mata?” ujar Semerikova dalam pernyataannya

.

Ia menilai perang selalu membawa konsekuensi kehilangan dan penderitaan bagi masyarakat. Karena itu, menurutnya, penyelesaian konflik seharusnya diarahkan pada penghentian permusuhan dan pencarian jalan perdamaian.


“Diplomasi Manis” untuk Menyampaikan Pesan Perdamaian


Di tengah perdebatan mengenai perang dan mobilisasi, Semerikova juga memperkenalkan sebuah inisiatif yang disebut “Diplomasi Manis” (Sweet Diplomacy).


Proyek tersebut digagas oleh gerakan Dialog Perempuan dengan pendekatan yang tidak menggunakan bahasa diplomasi formal. Pesan perdamaian justru disampaikan melalui hadiah sederhana berupa cokelat.


Menurut Semerikova, cokelat dipilih karena memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat sejak masa kanak-kanak dan sering diasosiasikan dengan kegembiraan, kasih sayang, kenangan positif, serta keinginan membahagiakan orang lain.


Untuk proyek tersebut, dibuat cokelat khusus dengan tulisan:


“Rusia perlu dicintai, dan Rusia akan membalasnya dengan kasih sayang.”


Hadiah itu disebut ditujukan sebagai bagian dari pesan Dialog Perempuan kepada Pemerintah Amerika Serikat dan Presiden Donald Trump. Gagasan utamanya adalah mendorong komunikasi antarmanusia melalui niat baik, kepedulian terhadap anak-anak, dan penghormatan terhadap sesama.


Inisiatif tersebut turut mendapat dukungan dari perusahaan Svitvin bersama mitranya, Organisasi Sosial Olahraga Antarwilayah untuk Olahraga Akrobatik Piramida.


Pihak pendukung proyek tersebut menyampaikan bahwa produk yang dihasilkan tidak sekadar dipandang sebagai barang konsumsi, tetapi juga sebagai media untuk membawa pesan kegembiraan, persahabatan, dan hubungan antarmanusia.


PPWI Apresiasi Gerakan Dialog Perempuan


Upaya Dialog Perempuan tersebut mendapat apresiasi dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).


Dalam pernyataan yang disampaikan kepada Elena Semerikova dan rekan-rekannya, PPWI menilai gagasan perdamaian dan diplomasi publik dapat menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antarmasyarakat.


PPWI juga mengaitkan semangat tersebut dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya kebersamaan dalam menghadapi situasi sulit.


“Semangat persatuan inilah yang mendasari keyakinan kami bahwa diplomasi publik, yang bertumpu pada jurnalisme independen dan masyarakat sipil, merupakan kekuatan penting untuk mendorong perdamaian dunia,” demikian pernyataan PPWI.


PPWI menyebut pihaknya merasa terhormat dapat bekerja sama dengan gerakan Dialog Perempuan dalam rencana penyelenggaraan forum daring bersama di Jakarta.


Forum tersebut direncanakan mempertemukan tokoh dari bidang kebudayaan, ilmu pengetahuan, pendidikan, dunia usaha, serta perwakilan gerakan masyarakat dari Indonesia dan Rusia.


Menurut PPWI, forum itu diharapkan dapat menjadi ruang pertukaran pandangan sekaligus membangun hubungan saling menghormati antara masyarakat kedua negara.


PPWI juga menyampaikan terima kasih atas fasilitasi pertemuan dengan Sergey G. Tolchenov, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia.


Organisasi tersebut menyatakan komitmennya untuk melanjutkan kerja sama dengan Dialog Perempuan, termasuk melibatkan delegasi muda dalam berbagai forum internasional, dengan isu yang disebut mencakup keadilan, hak asasi manusia, serta hubungan damai antarbangsa.


Di tengah konflik yang masih berlangsung dan perbedaan kepentingan antarnegara, inisiatif seperti “Diplomasi Manis” menempatkan pesan kemanusiaan sebagai salah satu bentuk komunikasi publik.


Bagi para penggagasnya, perdamaian tidak hanya dibicarakan melalui meja perundingan, tetapi juga dapat dimulai dari pesan sederhana tentang kepedulian, penghormatan, kasih sayang, dan kemauan untuk membuka ruang dialog. (*)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update