-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

DPD KNPI Keerom Fasilitasi Muslub HMK, Dorong Pembenahan Organisasi dan Pendataan Mahasiswa

Jumat, 04 September 2026 | Jumat, September 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-04T02:25:16Z


CNEWS | KEEROM — DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Keerom mengambil langkah strategis untuk mendorong kembali aktifnya fungsi dan peran Himpunan Mahasiswa Keerom (HMK) sebagai wadah mahasiswa asal Kabupaten Keerom.


Langkah tersebut dilakukan dengan memfasilitasi Musyawarah Luar Biasa (Muslub) HMK, menyusul penilaian KNPI bahwa aktivitas dan fungsi organisasi mahasiswa tersebut dalam beberapa tahun terakhir belum berjalan secara optimal.


Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah belum tertatanya pendataan mahasiswa asal Keerom secara baik dan berkelanjutan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat sebagian mahasiswa belum memperoleh informasi maupun akses secara optimal terhadap program bantuan biaya pendidikan yang disediakan pemerintah daerah.


Namun, DPD KNPI Keerom menegaskan bahwa persoalan HMK tidak semata-mata berkaitan dengan bantuan pendidikan.


Organisasi mahasiswa, menurut KNPI, memiliki tanggung jawab yang jauh lebih luas, mulai dari menjadi ruang konsolidasi mahasiswa, pengembangan kapasitas dan kaderisasi, pengabdian kepada masyarakat hingga penyampaian aspirasi mahasiswa dan generasi muda Kabupaten Keerom.


Ketua DPD KNPI Kabupaten Keerom menegaskan bahwa langkah pembenahan tersebut tidak diarahkan untuk mencari pihak yang harus disalahkan.


“Kita tidak sedang mencari siapa yang salah. Yang kita persoalkan adalah organisasi yang seharusnya hadir bagi mahasiswa dan masyarakat, tetapi dalam beberapa tahun terakhir belum menunjukkan fungsi yang maksimal. Karena itu, harus ada pembenahan secara demokratis dan konstitusional,” tegasnya.


Muslub Bukan Intervensi


Fasilitasi Muslub, kata KNPI, dimaksudkan untuk membuka ruang musyawarah bagi mahasiswa Keerom dalam mengevaluasi kondisi organisasi, memperbaiki sistem tata kelola, melakukan pendataan mahasiswa secara terstruktur, serta menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.


Termasuk apabila forum musyawarah secara sah memutuskan perlunya memilih kepemimpinan baru.


KNPI menegaskan, posisi mereka hanya sebagai fasilitator dan tidak dimaksudkan untuk mengintervensi independensi HMK sebagai organisasi mahasiswa.


Proses Muslub diharapkan berlangsung tertib, terbuka, demokratis, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh mahasiswa Keerom.


“HMK harus kembali menjadi rumah bersama mahasiswa Keerom. Organisasi tidak boleh hanya hidup ketika ada kegiatan atau bantuan. Harus ada kerja nyata sepanjang tahun: pendataan mahasiswa, pengembangan sumber daya manusia, diskusi akademik, advokasi pendidikan, pengabdian masyarakat, serta membangun jaringan dengan pemerintah, perguruan tinggi dan dunia usaha,” lanjutnya.


Database Mahasiswa Dinilai Mendesak


Selain pembenahan kepengurusan dan tata kelola, DPD KNPI Keerom mendorong agar HMK ke depan memiliki database mahasiswa asal Keerom yang valid dan diperbarui secara berkala.


Data tersebut dinilai penting sebagai basis penyusunan program, penyebaran informasi pendidikan dan beasiswa, pengembangan kompetensi hingga pelibatan mahasiswa dalam pembangunan daerah.


KNPI memandang mahasiswa sebagai salah satu aset strategis Kabupaten Keerom. Karena itu, akses informasi pendidikan dan pengembangan kapasitas mahasiswa tidak boleh terhambat hanya akibat lemahnya komunikasi maupun tata kelola organisasi.


Dalam konteks tersebut, pembenahan HMK diharapkan tidak berhenti pada pergantian struktur kepengurusan. Muslub harus mampu melahirkan sistem organisasi yang lebih tertata, transparan dan memiliki program kerja yang jelas.


Mengakhiri Kevakuman, Mengembalikan Fungsi HMK


DPD KNPI Keerom berharap Muslub menjadi momentum untuk mengakhiri kevakuman dan membangun kembali HMK dengan prinsip transparansi, demokrasi, kaderisasi, integritas dan kebermanfaatan.


“Kami ingin HMK bukan sekadar nama dan kepengurusan di atas kertas. HMK harus hadir, bekerja, mendata, mengadvokasi, mengembangkan kapasitas mahasiswa dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Keerom,” tegas Ketua DPD KNPI Keerom.


DPD KNPI Kabupaten Keerom kemudian mengajak seluruh mahasiswa asal Keerom, baik yang berada di Jayapura maupun di berbagai daerah dan perguruan tinggi lainnya, untuk mengambil bagian dalam proses konsolidasi tersebut.


Langkah ini diharapkan menjadi awal untuk membangun HMK sebagai organisasi mahasiswa yang aktif, demokratis, profesional dan mampu menjalankan fungsi representasi mahasiswa Keerom secara nyata.


Bagi KNPI Keerom, pembenahan HMK bukan sekadar persoalan struktur organisasi, melainkan upaya memastikan mahasiswa Keerom memiliki wadah yang mampu menghimpun aspirasi, membuka akses informasi, mengembangkan sumber daya manusia dan ikut berkontribusi terhadap pembangunan daerah. ( Tim/YBM ).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update