CNEWS | TALANG PERIGI, INHU, RIAU -Lahan pembibitan kelapa sawit milik warga Desa Talang Perigi, Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, milik Agus Tono, diduga dirusak oleh oknum anggota TNI berinisial E.S yang berdinas di Rengat dengan menggunakan alat berat ekskavator.
Peristiwa tersebut terjadi pada 27 Agustus 2026 Akibatnya, ratusan bibit sawit yang sudah lama dirawat korban rusak parah.
Dari foto yang diterima tim media, terlihat jelas bibit sawit dalam polybag hitam dicabut paksa, tergeletak di tanah, daun mengering dan rusak, menyisakan puing tumpukan sampah di lokasi pembibitan.
"Bibit saya yang sudah saya rawat berbulan-bulan, dicabut dan dirusak begitu saja. Saya rugi jutaan rupiah. Saya tidak tahu apa motifnya," ujar Agus Tono kepada wartawan, Selasa (23/09/2026).
Agus Tono mengaku baru mengetahui kejadian setelah mendapat informasi dari warga setempat bahwa lahannya telah dirusak oleh pelaku yang diduga oknum TNI.
Atas kejadian tersebut, korban telah resmi melaporkan ke *Subdenpom Tembihan pada Rabu, 23 September 2026* untuk diproses secara hukum militer.
"Saya sudah lapor ke Denpom Tembilahan . Saya percaya TNI profesional. Saya hanya minta keadilan dan ganti rugi. Saya minta oknum tersebut diproses sesuai hukum," tegasnya.
Foto Bukti: _Kondisi bibit sawit milik Agus Tono di Desa Talang Perigi yang dirusak dan dicabut, diduga oleh oknum TNI menggunakan ekskavator pada 27 Agustus 2026._
Tuntutan Korban:
1. Denpom Tembilahan segera menindak tegas oknum TNI inisial E.S
2. Ganti rugi ratusan bibit sawit yang dirusak
3. Jaminan keamanan dari Kodim 0302/Inhu untuk korban
Hingga berita ini diterbitkan, Kodim 0302/Inhu dan Subdenpom Tembilahan belum memberikan keterangan resmi. (Syd / Tim)
-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar