CNEWS, ARSO, PAPUA – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Keerom melayangkan kritik keras terhadap pola konten sosial yang dinilai menempatkan masyarakat Papua sebagai objek narasi kemiskinan dan ketidakberdayaan. KNPI mengingatkan bahwa aksi kemanusiaan tidak boleh mengorbankan martabat masyarakat hanya demi membangun citra atau menarik perhatian publik.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan di Arso, Senin (27/7/2026), KNPI Keerom menegaskan bahwa setiap bentuk kepedulian kepada masyarakat patut diapresiasi. Namun, penyampaian bantuan harus tetap menjunjung tinggi etika, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta menjaga harga diri masyarakat yang menerima bantuan.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Keerom, Yan Christian May, menyatakan bahwa narasi yang terus-menerus menampilkan orang Papua sebagai simbol kemiskinan berpotensi menciptakan stigma negatif, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Papua memang masih menghadapi tantangan pembangunan, tetapi tidak dapat digeneralisasi bahwa seluruh masyarakat Papua hidup dalam ketidakberdayaan. Cara pandang seperti itu justru merugikan citra Papua dan mengabaikan potensi besar yang dimiliki masyarakatnya," tegas Yan Christian May.
KNPI menilai pembangunan Papua tidak dapat diselesaikan melalui kegiatan yang bersifat seremonial atau konten sesaat. Menurut organisasi kepemudaan tersebut, yang dibutuhkan masyarakat adalah kebijakan pembangunan yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian ekonomi.
Program peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan keterampilan, penguatan UMKM, pengembangan sektor pertanian, perikanan, peternakan, akses permodalan, hingga penciptaan lapangan kerja dinilai jauh lebih berdampak dibandingkan aksi sosial yang hanya menjadi konsumsi media.
KNPI Keerom juga mengajak seluruh kreator konten, influencer, tokoh publik, maupun relawan yang datang ke Papua untuk menghadirkan pemberitaan yang lebih berimbang dengan mengangkat keberhasilan, kreativitas, dan semangat masyarakat Papua dalam membangun daerahnya.
Menurut KNPI, publik juga perlu melihat Papua dari sisi prestasi para pemuda, keberhasilan petani dan nelayan, kemajuan pelaku UMKM, dedikasi tenaga kesehatan, guru, serta berbagai inovasi yang lahir dari masyarakat lokal.
Organisasi tersebut menegaskan bahwa Papua bukan panggung untuk membangun popularitas melalui narasi penderitaan masyarakat.
"Orang Papua bukan objek konten. Orang Papua adalah subjek pembangunan yang memiliki hak untuk dihormati martabatnya, memperoleh kesempatan yang sama, serta membangun masa depan secara mandiri," tegas Yan.
KNPI Keerom berpandangan bahwa solidaritas yang sejati bukan sekadar memberikan bantuan konsumtif, melainkan menciptakan kesempatan agar masyarakat mampu mandiri, memiliki pekerjaan, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Meski menyampaikan kritik secara tegas, KNPI menekankan bahwa pernyataan tersebut merupakan ajakan kepada seluruh pihak untuk membangun pola komunikasi publik yang lebih beretika, menghormati nilai-nilai kemanusiaan, dan menghindari narasi yang dapat memperkuat stereotip terhadap masyarakat Papua.
Dengan sikap tersebut, KNPI Kabupaten Keerom berharap setiap kegiatan sosial di Papua mampu menjadi bagian dari pembangunan yang bermartabat, berkeadilan, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, sehingga citra Papua di tingkat nasional maupun internasional semakin dikenal melalui prestasi, potensi, dan kemandirian masyarakatnya, bukan semata-mata melalui narasi kemiskinan.
DPD KNPI Kabupaten Keerom
Arso, 27 Juli 2026
Slogan: "Menjaga Martabat Manusia, Membangun Kemandirian Papua."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar