CNEWS | Medan – Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) terus memperkuat upaya penanggulangan banjir dengan mempercepat pembangunan dan revitalisasi jaringan drainase di berbagai wilayah. Sepanjang tahun 2026, dinas tersebut menargetkan pembangunan 37,8 kilometer drainase yang tersebar di 21 kecamatan, sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas infrastruktur perkotaan.
Target tersebut terdiri atas 23,8 kilometer drainase perkotaan dan 14 kilometer drainase lingkungan, yang akan direalisasikan melalui 61 kegiatan pembangunan, normalisasi, rehabilitasi, hingga pemeliharaan saluran air.
Kepala Bidang Drainase Dinas SDABMBK Kota Medan, Hardy Patuan Sibarani, menegaskan bahwa pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
"Tahun 2026 kami menargetkan 61 kegiatan drainase. Namun, pembangunan tidak akan efektif apabila saluran kembali tersumbat akibat sampah. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan parit," ujarnya.
Menurut Hardy, seluruh proyek drainase memprioritaskan kawasan padat penduduk serta titik-titik yang selama ini menjadi langganan banjir. Pekerjaan juga menggunakan material precast beton, seperti U-Ditch dan Box Culvert, yang dikerjakan sesuai standar teknis konstruksi guna meningkatkan kualitas, daya tahan, dan efektivitas sistem drainase.
Ia juga meminta seluruh jajaran pemerintahan di tingkat kecamatan hingga lingkungan untuk aktif mengedukasi masyarakat.
"Kami berharap Camat, Lurah, dan Kepala Lingkungan menggerakkan budaya gotong royong serta mengingatkan warga agar tidak membuang sampah ke saluran drainase. Penanganan banjir adalah tanggung jawab bersama," tegasnya.
Dukungan Masyarakat Sipil
Ketua DPD Jaringan Informasi Nasional (JIN) Sumatera Utara, Hermanto Simanjuntak, SE, memberikan apresiasi terhadap langkah strategis yang dilakukan Dinas SDABMBK Kota Medan.
Menurutnya, pembangunan jaringan drainase sepanjang 37,8 kilometer merupakan langkah nyata dalam mengurangi risiko banjir yang selama ini menjadi persoalan di sejumlah kawasan Kota Medan.
"Kami mengapresiasi komitmen Dinas SDABMBK Kota Medan, khususnya Kabid Drainase Bapak Hardy Patuan Sibarani. Program ini merupakan investasi penting bagi keselamatan masyarakat. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesadaran warga menjaga kebersihan saluran air. Jangan sampai anggaran pembangunan yang besar kehilangan manfaat hanya karena sampah," katanya.
Sinergi Infrastruktur dan Partisipasi Publik
Pembangunan drainase tidak hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan kota yang lebih tangguh terhadap banjir, sehat, dan nyaman dihuni. Pemerintah menilai keberhasilan program tersebut tidak cukup diukur dari panjang saluran yang dibangun, melainkan juga dari tingkat partisipasi masyarakat dalam menjaga fungsi drainase.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat kewilayahan, dan masyarakat, target pembangunan 37,8 kilometer drainase diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengendalian banjir sekaligus memperkuat sistem tata kelola lingkungan perkotaan di Kota Medan. (Anto Juntak)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar