-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

480 Mahasiswa KKN UMN Al-Washliyah Diterjunkan ke 48 Desa, Bupati Darma Wijaya Dorong Lahirnya Inovasi untuk Sergai MANTAB

Senin, 13 Juli 2026 | Senin, Juli 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-13T11:24:35Z


CNEWS|  Serdang Bedagai, Sumatera Utara – Sebanyak 480 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Medan resmi dilepas untuk melaksanakan pengabdian di 48 desa yang tersebar di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya, yang menegaskan bahwa program KKN harus menjadi momentum lahirnya inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat desa.


Dalam arahannya, Darma Wijaya meminta seluruh mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi benar-benar hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan desa.


"Kehadiran adik-adik mahasiswa di desa harus menjadi pemantik lahirnya ide-ide segar, inovasi, dan kreativitas bagi masyarakat. Manfaatkan kesempatan ini untuk membaur, mendengar aspirasi warga, memahami persoalan yang ada, lalu memberikan dampak positif yang nyata," tegas Darma Wijaya.


Menurutnya, keberhasilan KKN tidak diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, melainkan dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah mahasiswa kembali ke kampus.


Bupati juga mengingatkan agar seluruh peserta menjaga nama baik almamater, menjunjung tinggi etika, serta membangun kolaborasi yang harmonis dengan pemerintah desa dan masyarakat.


"Selamat mengabdi. Jaga nama baik almamater, hormati adat istiadat masyarakat, dan mari bersama-sama membangun Serdang Bedagai yang Maju, Tangguh, dan Berkelanjutan (MANTAB)," pesannya.


Pengiriman ratusan mahasiswa ke desa merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Namun, publik berharap program KKN tidak berhenti sebagai agenda rutin tahunan.


Yang lebih penting adalah adanya program yang terukur, berkelanjutan, dan mampu menjawab persoalan riil di desa, seperti peningkatan literasi digital, pemberdayaan UMKM, penguatan ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, hingga edukasi kesehatan masyarakat.


Keberhasilan KKN seharusnya diukur melalui dampak nyata yang dapat dievaluasi secara terbuka, sehingga pengabdian mahasiswa benar-benar menjadi bagian dari pembangunan daerah, bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik.


Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, diharapkan program KKN tahun 2026 mampu melahirkan inovasi yang mempercepat terwujudnya Serdang Bedagai Maju, Tangguh, dan Berkelanjutan (MANTAB) serta menjadi contoh praktik pengabdian masyarakat yang berkualitas di tingkat nasional.  

Reporter Bambang MZ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update