Solon Siombing Apresiasi Keberhasilan Pertamina Pride Tembus Selat Hormuz, Ketahanan Energi Nasional Dinilai Semakin Kokoh di Tengah Gejolak Dunia
CNEWS | Nasional – Internasional. Keberhasilan PT Pertamina International Shipping (PIS) membawa kapal tanker VLCC Pertamina Pride melintasi Selat Hormuz dengan selamat menjadi kabar strategis bagi Indonesia. Di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah, keberhasilan tersebut tidak hanya memastikan kelancaran distribusi minyak mentah menuju Tanah Air, tetapi juga mempertegas kesiapan Indonesia dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Pertamina Pride mulai bergerak dari kawasan Teluk Arab pada 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai dan berhasil melintasi Selat Hormuz pada 8 Juli 2026 pukul 00.15 WIB. Sebelumnya, kapal tanker Gamsunoro telah lebih dahulu berhasil melewati jalur tersebut pada 24 Juni 2026.
Dengan keberhasilan itu, dua kapal tanker milik PIS yang sempat tertahan sejak Maret 2026 kini telah kembali menjalankan operasional normal dan melanjutkan pelayaran menuju Indonesia.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa keputusan memberangkatkan kapal dilakukan setelah melalui analisis risiko yang sangat ketat. Berbagai aspek menjadi pertimbangan, mulai dari kondisi keamanan kawasan, kesiapan teknis kapal, perlindungan asuransi, prosedur operasional, hingga kesiapan fisik dan mental seluruh awak kapal.
Selama pelayaran, Pertamina Pride berada dalam pengawasan penuh selama 24 jam melalui Crisis Center PIS. Tim di darat terus berkoordinasi dengan nahkoda dan seluruh awak kapal guna memastikan setiap perkembangan situasi di jalur pelayaran dapat diantisipasi secara cepat dan tepat.
Seluruh awak kapal dipastikan dalam kondisi aman dan sehat. Kapal tanker berkapasitas 2 juta barel minyak mentah tersebut kini melanjutkan pelayaran menuju Kilang Pertamina Cilacap dan diperkirakan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026 untuk memperkuat pasokan energi nasional.
Solon Sihombing: Prestasi yang Menjaga Kepentingan Strategis Bangsa
Pengamat hubungan internasional sekaligus praktisi media, Solon Sihombing, memberikan apresiasi tinggi kepada PT Pertamina International Shipping beserta seluruh awak kapal yang berhasil menjalankan misi strategis tersebut.
Menurut Solon, keberhasilan Pertamina Pride dan Gamsunoro melintasi Selat Hormuz merupakan bukti profesionalisme, kesiapan manajemen risiko, serta kemampuan Indonesia menjaga distribusi energi di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
"Puji syukur kedua kapal tanker Pertamina berhasil melewati Selat Hormuz dengan selamat. Ini bukan sekadar keberhasilan operasional perusahaan, tetapi keberhasilan menjaga kepentingan strategis bangsa. Pasokan energi Indonesia tetap terjamin meskipun dunia sedang menghadapi dinamika geopolitik yang kompleks," ujar Solon Sihombing.
Ia menilai, keberhasilan tersebut memberikan rasa aman bagi masyarakat karena pasokan minyak mentah menuju kilang nasional tetap berjalan sesuai rencana sehingga tidak mengganggu kebutuhan energi nasional.
Menurut Solon, stabilitas pasokan energi merupakan salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional. Apabila distribusi energi terganggu, dampaknya dapat dirasakan pada sektor industri, transportasi, investasi, hingga daya beli masyarakat.
Karena itu, ia berharap pemerintah bersama seluruh BUMN sektor energi terus memperkuat sistem mitigasi risiko, memperbesar cadangan energi nasional, serta meningkatkan kemampuan armada nasional agar Indonesia semakin siap menghadapi berbagai kemungkinan krisis global.
"Harapan kita, situasi keamanan di Selat Hormuz tetap kondusif sehingga kapal-kapal Indonesia dapat terus berlayar dengan aman. Ketahanan energi adalah bagian dari ketahanan nasional yang harus dijaga bersama," tegasnya.
Selat Hormuz, Jalur Vital Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk Persia melewati jalur ini sebelum didistribusikan ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Setiap gangguan keamanan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi harga minyak dunia, rantai pasok energi, hingga stabilitas ekonomi global.
Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Timur Tengah masih menghadapi dinamika politik dan keamanan yang menuntut perusahaan pelayaran menerapkan standar mitigasi risiko yang lebih tinggi.
Catatan Eksklusif
Keberhasilan Pertamina Pride dan Gamsunoro melintasi Selat Hormuz menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia dan sistem operasional yang mampu menghadapi tantangan pelayaran internasional berisiko tinggi.
Namun demikian, keberhasilan ini juga menjadi pengingat bahwa ketahanan energi nasional tidak boleh hanya bergantung pada kelancaran jalur pelayaran internasional. Pemerintah perlu terus mempercepat diversifikasi sumber energi, memperkuat cadangan strategis minyak nasional, meningkatkan kapasitas armada tanker nasional, serta memperluas kerja sama internasional di bidang keamanan maritim.
Di tengah dinamika geopolitik dunia yang masih berkembang, profesionalisme awak kapal, ketepatan pengambilan keputusan, dan manajemen risiko yang terukur menjadi kunci keberhasilan menjaga distribusi energi nasional.
Keberhasilan Pertamina Pride bukan hanya kemenangan sebuah pelayaran, tetapi juga kemenangan Indonesia dalam menjaga ketahanan energi, stabilitas ekonomi, dan kepercayaan publik di tengah tantangan geopolitik global. ( Red.RI).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar