Warga Menjerit, Publik Desak Pemko Medan dan Dinas SDABMBK Bertindak Cepat
CNEWS, MEDAN, SUMATERA UTARA – Kondisi memprihatinkan kembali terjadi di Kota Medan. Hujan dengan intensitas cukup tinggi yang mengguyur wilayah Kota Medan pada Senin malam sekitar pukul 21.30 WIB hingga 22.10 WIB dilaporkan langsung menyebabkan banjir dan genangan air di Jalan Sosro, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung.
Berdasarkan pantauan warga, hanya dalam waktu kurang dari satu jam hujan turun, ruas jalan dan kawasan permukiman sekitar telah dipenuhi genangan air dengan ketinggian yang mengganggu aktivitas masyarakat serta kendaraan yang melintas.
Drainase Buruk Jadi Sorotan
Masyarakat menilai persoalan utama yang menyebabkan banjir berulang di kawasan tersebut adalah sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Kondisi saluran yang diduga mengalami pendangkalan dan minim perawatan disebut menjadi penyebab utama air tidak mengalir dengan baik saat hujan deras terjadi.
Publik pun mempertanyakan kinerja pihak terkait, khususnya UPT Wilayah Timur Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, yang dinilai belum menunjukkan langkah nyata dalam melakukan normalisasi drainase sepanjang tahun 2026.
Sejumlah warga bahkan menilai adanya kesan pembiaran terhadap persoalan banjir yang terus berulang dari tahun ke tahun tanpa solusi permanen
Aktivis Sumut Angkat Bicara
Salah seorang aktivis Sumatera Utara, Verry, menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi yang dialami masyarakat Medan Tembung.
Menurutnya, pemerintah seharusnya memiliki program antisipasi yang lebih konkret mengingat banjir di kawasan tersebut bukan lagi peristiwa baru, melainkan masalah yang terus berulang hampir setiap kali hujan deras turun.
“Sangat disayangkan jika setiap hujan sekitar satu jam saja sudah menyebabkan jalan dan permukiman warga terendam. Pemerintah harus segera melakukan evaluasi dan normalisasi drainase secara menyeluruh agar masyarakat tidak terus menjadi korban,” ujarnya.
Warga Desak Tindakan Nyata
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Medan segera melakukan:
- Normalisasi dan pengerukan drainase.
- Pembersihan saluran dari sedimentasi dan sampah.
- Evaluasi sistem drainase kawasan Medan Tembung.
- Penyusunan program penanggulangan banjir jangka panjang.
Warga menegaskan bahwa banjir yang terus berulang tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga berpotensi merusak infrastruktur, kendaraan, serta mengancam kesehatan masyarakat.
“Hujan Baru Satu Jam, Jalan Sudah Seperti Sungai. Sampai Kapan Warga Harus Menunggu Solusi?” ( Tim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar