CNEWS | Jakarta – Semangat persatuan dan optimisme terhadap masa depan sepak bola Indonesia mewarnai acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia yang diselenggarakan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Hotel Aryaduta, Kwitang, Jakarta Pusat, minggu malam hingga senin dini hari.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus KADIN Indonesia, tokoh-tokoh pengusaha nasional, praktisi media, praktisi olahraga, organisasi kepemudaan, serta para pecinta sepak bola. Selain menjadi ajang menyaksikan pertandingan final, acara ini juga dimanfaatkan sebagai sarana mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan di kalangan pelaku usaha.
Dalam kesempatan itu, Solon Sihombing, yang dikenal sebagai praktisi media dan praktisi olahraga, turut hadir bersama sejumlah tokoh nasional. Ia tampak berfoto bersama Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie dan mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin.
Di sela kegiatan, Solon Sihombing menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga persatuan meski memiliki pilihan tim yang berbeda.
“Kita beda jagoan, tapi tetap kompak dan berharap agar Indonesia bisa tampil di Piala Dunia 2030,” ujar Solon Sihombing.
Menurutnya, olahraga, khususnya sepak bola, memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang latar belakang maupun perbedaan pilihan.
Acara nobar berlangsung meriah dengan rangkaian hiburan dan pembagian doorprize sebelum pertandingan dimulai. Para peserta mengikuti jalannya laga hingga pertandingan usai dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
Sejumlah tokoh KADIN turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya Novyan Bakrie, mantan Ketua Umum KADIN Rosan Roeslani, mantan Ketua Umum KADIN Bambang Soesatyo Sulisto (Bambang Suryo Sulisto), Saleh Husin, serta pengurus dan pelaku usaha dari berbagai sektor.
Momentum ini menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi perekat persatuan sekaligus memperkuat jejaring antarpengusaha nasional. Para peserta juga menyampaikan harapan agar pembinaan sepak bola Indonesia terus berkembang sehingga mampu bersaing di tingkat internasional dan mewujudkan cita-cita tampil di Piala Dunia 2030.
Publik memandang kegiatan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana kebersamaan seperti ini dapat menjadi ruang memperkuat silaturahmi, kolaborasi, dan semangat persatuan, dengan tetap menghormati keberagaman pandangan serta kecintaan terhadap olahraga. (Tim/Red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar