-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

Terbongkar! “Rundown Serangan” May Day 2026: 101 Orang Diamankan, Polisi Ungkap Skema Rusuh Terstruktur di Jakarta

Jumat, 01 Mei 2026 | Jumat, Mei 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-01T15:39:35Z


CNEWS | Jakarta — Aparat dari Polda Metro Jaya mengungkap dugaan skenario kerusuhan terencana dalam peringatan May Day 2026 di Jakarta. Sebanyak 101 orang diamankan setelah polisi menemukan dokumen rinci berupa peta pergerakan, jalur evakuasi, hingga “rundown serangan” yang disebut telah disusun secara sistematis.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menegaskan bahwa temuan tersebut menunjukkan adanya perencanaan matang, bukan tindakan spontan.


“Dari dokumen yang kami amankan, terlihat jelas mereka telah menyusun rundown kegiatan. Per jam sudah diatur kapan mereka akan melakukan serangan atau serbuan,” ujar Iman dalam konferensi pers, Jumat (1/5/2026).


Skema Terstruktur: Dari Kedatangan hingga Pelarian


Menurut kepolisian, dokumen yang disita menggambarkan alur lengkap operasi kelompok tersebut—mulai dari titik kedatangan, lokasi konsolidasi massa, waktu pelaksanaan aksi, hingga jalur pelarian setelah kerusuhan terjadi.


“Datang dari mana, melakukan apa, dan kembali ke mana, semuanya sudah dipersiapkan. Bahkan titik kumpul mereka sudah ditentukan secara rinci,” ungkap Iman

.

Polisi juga menyita sejumlah alat komunikasi yang diduga digunakan untuk koordinasi lapangan, memperkuat indikasi adanya komando terpusat dalam rencana tersebut.


Dana Operasional dan Dugaan Mobilisasi Massa


Selain dokumen, aparat turut mengamankan sejumlah uang tunai dari salah satu koordinator lapangan. Berdasarkan keterangan awal, uang tersebut diduga akan digunakan untuk mendanai kehadiran anggota kelompok dalam aksi.


“Uang ini rencananya akan dibagikan kepada mereka yang hadir bersama kelompoknya,” kata Iman.


Hingga kini, penyidik masih mendalami asal-usul dana tersebut, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain di balik pembiayaan aksi.


Target: Aparat dan Massa Buruh Sendiri


Lebih jauh, hasil pemeriksaan komunikasi internal kelompok menunjukkan adanya rencana untuk menyerang aparat keamanan yang tengah mengamankan jalannya aksi. Tidak hanya itu, mereka juga diduga berniat memicu konflik horizontal di antara peserta aksi buruh.


“Terungkap adanya rencana untuk menyusup dan mengadu domba antar elemen serikat buruh. Ini berpotensi memicu chaos yang lebih luas,” jelas Iman.


Media sosial disebut menjadi salah satu alat utama untuk menyebarkan provokasi dan membangun eskalasi situasi di lapangan.


Barang Bukti: Dari Molotov hingga Senjata Tajam


Dalam operasi pengamanan tersebut, polisi menyita berbagai barang yang diduga akan digunakan untuk memicu kerusuhan, termasuk bom molotov, senjata tajam, serta perlengkapan lain yang berpotensi membahayakan keselamatan publik.


Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kelompok tersebut telah mempersiapkan aksi kekerasan dengan tingkat risiko tinggi di tengah konsentrasi massa besar.


Profil Terduga dan Status Hukum


Sebanyak 101 orang yang diamankan rata-rata berusia antara 20 hingga 30 tahun. Mereka kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya.


Meski demikian, kepolisian menyatakan bahwa seluruh pihak yang diamankan akan dipulangkan setelah proses klarifikasi selesai, selama tidak ditemukan unsur pidana yang cukup.


Antara Pencegahan dan Kontroversi


Langkah cepat aparat dalam mengamankan ratusan orang ini dipandang sebagai upaya preventif untuk menjaga stabilitas keamanan dalam momentum sensitif seperti May Day. Namun, di sisi lain, tindakan ini juga berpotensi memicu perdebatan publik terkait transparansi, akuntabilitas, dan potensi pelanggaran hak sipil.


Apalagi, klaim mengenai “rundown serangan” dan skenario terorganisir kini menjadi sorotan utama yang menuntut pembuktian lebih lanjut secara terbuka.


Ujian Negara Hukum


Kasus ini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum dalam menyeimbangkan antara menjaga keamanan nasional dan menghormati prinsip-prinsip demokrasi. Publik kini menanti kejelasan: apakah benar telah digagalkan sebuah operasi kerusuhan terstruktur, atau justru muncul pertanyaan baru tentang pendekatan keamanan dalam menghadapi aksi sipil.


Yang pasti, peringatan May Day 2026 kali ini tidak hanya menjadi panggung tuntutan buruh, tetapi juga membuka babak baru dalam dinamika keamanan, politik, dan kebebasan berekspresi di Indonesia.( AM/Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update