-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

Gelap Gulita Lumpuhkan Aktivitas Warga, Listrik Padam Massal di Sergai dan Tebing Tinggi Gegerkan Sumut

Jumat, 22 Mei 2026 | Jumat, Mei 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-22T13:28:32Z


CNEWS, Serdang Bedagai, Sumatera Utara — Pemadaman listrik massal yang melanda Kabupaten Serdang Bedagai dan Kota Tebing Tinggi sejak Jumat malam (22/5/2026) memicu keresahan masyarakat. Hingga malam hari, ribuan rumah warga, pusat aktivitas ekonomi, hingga ruas jalan lintas utama masih berada dalam kondisi gelap gulita.


Gangguan listrik yang mulai terjadi sekitar pukul 18.30 WIB itu berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, terutama pedagang malam, pelaku UMKM, pengguna jalan, hingga anak-anak sekolah yang sedang belajar di rumah.


Pantauan warga di sejumlah wilayah menunjukkan kondisi jalan lintas antarkota minim penerangan, sementara sebagian masyarakat terpaksa menggunakan lilin, genset, dan lampu darurat otomatis untuk bertahan di tengah padamnya aliran listrik.


“Lampu padam sejak habis Magrib tadi sampai sekarang belum hidup juga. Belum ada kepastian kapan menyala,” ujar Bu Indon, warga Kabupaten Serdang Bedagai.


Menurut warga, pemadaman yang terjadi secara merata di dua daerah tersebut menimbulkan kekhawatiran karena berlangsung berjam-jam tanpa informasi rinci mengenai penyebab gangguan.


PLN Akui Ada Gangguan Sistem Kelistrikan Sumut


Menanggapi situasi tersebut, Perusahaan Listrik Negara Unit Induk Distribusi Sumatera Utara membenarkan adanya gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di wilayah Sumatera Utara sejak pukul 18.44 WIB.


Dalam keterangan resminya, Manager Komunikasi PLN UID Sumatera Utara, Darma Saputra,lembaran yang beredar  menyatakan bahwa tim teknis telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem dan jaringan distribusi listrik.


“PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Utara saat ini tengah melakukan pemeriksaan atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di wilayah Sumatera Utara,” demikian pernyataan resmi PLN.


PLN juga menyebut proses penelusuran penyebab gangguan masih berlangsung dan masyarakat diminta tetap tenang sambil menunggu proses normalisasi jaringan.


Aktivitas Ekonomi dan Pendidikan Terganggu


Pemadaman panjang pada malam hari dinilai berdampak serius terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pedagang makanan malam, warung kopi, toko kelontong, hingga pelaku usaha kecil mengaku mengalami kerugian akibat terhentinya aktivitas usaha.


Selain itu, kondisi gelap di sejumlah ruas jalan lintas juga dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan gangguan keamanan.


Di sisi lain, para orang tua mengeluhkan terganggunya aktivitas belajar anak-anak yang sedang mengerjakan tugas sekolah pada malam hari.


“Anak-anak tidak bisa belajar normal karena gelap. Banyak warga sekarang pakai lilin dan genset seadanya,” ungkap Silitonga salah seorang warga Tebing Tinggi.


Masyarakat Desak PLN Transparan


Seiring meluasnya dampak pemadaman, masyarakat mulai mendesak Perusahaan Listrik Negara untuk lebih terbuka menyampaikan penyebab utama gangguan, estimasi pemulihan, serta langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.


Publik menilai transparansi informasi sangat penting mengingat pemadaman berskala luas tidak hanya berdampak pada kenyamanan warga, tetapi juga menyentuh sektor ekonomi, pendidikan, dan keselamatan masyarakat di wilayah Sumatera Utara.


Hingga berita ini diterbitkan, proses pemulihan jaringan listrik di sejumlah kawasan Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi masih terus berlangsung. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update