-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

AHY Dinilai Kandidat Terkuat Dampingi Prabowo di Pilpres 2029, Fachrul Razi Soroti Faktor Militer dan Geopolitik Dunia

Jumat, 22 Mei 2026 | Jumat, Mei 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-21T22:21:03Z


CNEWS, JAKARTA — Mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia periode 2014–2024, Dr. Fachrul Razi, menilai Agus Harimurti Yudhoyono memiliki peluang sangat besar untuk mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang. Menurutnya, AHY merupakan figur muda dengan kombinasi kekuatan politik, pengalaman kepemimpinan, serta latar belakang militer yang dinilai relevan menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.


Dalam keterangannya, Fachrul Razi menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik internasional, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah dan potensi eskalasi perang global yang dinilai dapat memengaruhi preferensi publik terhadap sosok pemimpin nasional ke depan.


Menurut Fachrul, situasi global yang penuh ketidakpastian akan membuat masyarakat lebih mempertimbangkan figur pemimpin yang memiliki pengalaman strategis di bidang pertahanan dan keamanan nasional. Dalam konteks tersebut, latar belakang militer AHY dinilai menjadi nilai tambah yang signifikan.


“Jika ke depan situasi geopolitik dunia semakin memanas, termasuk potensi konflik kawasan seperti Iran dan Timur Tengah, publik tentu akan mempertimbangkan sosok wakil presiden yang memiliki pengalaman militer serta kemampuan membaca dinamika keamanan global. Dalam konteks itu, peluang AHY menjadi sangat besar,” ujar Fachrul Razi.


Selain faktor militer, Fachrul juga menilai kepemimpinan AHY di Partai Demokrat menjadi modal politik yang kuat menjelang kontestasi nasional 2029. Ia menyebut AHY berhasil membangun citra sebagai pemimpin muda yang mampu menjaga stabilitas internal partai sekaligus memperluas komunikasi politik lintas generasi.


Fachrul menegaskan bahwa posisi wakil presiden ke depan tidak cukup hanya menjadi pelengkap pemerintahan. Menurutnya, sosok pendamping presiden harus memiliki kapasitas kerja politik yang seimbang, daya tarik publik yang kuat, serta mampu menjadi representasi generasi muda Indonesia.


Ia juga menilai pasangan Prabowo–AHY berpotensi menghadirkan kombinasi kekuatan politik dan elektoral yang strategis. Di satu sisi, Prabowo dinilai memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan dan pertahanan negara, sementara AHY dianggap mampu memperkuat dukungan dari kalangan pemilih muda dan kelas menengah perkotaan.


“Prabowo akan mendapatkan dua keuntungan sekaligus jika berpasangan dengan AHY, yakni dukungan mesin partai politik dan daya tarik besar di kalangan generasi muda,” katanya.


Dalam analisis politiknya, Fachrul turut menyinggung nama Gibran Rakabuming Raka yang selama ini juga masuk dalam perbincangan publik terkait regenerasi kepemimpinan nasional. Namun, ia menilai terdapat perbedaan mendasar antara AHY dan Gibran, khususnya dalam aspek pengalaman dan kapasitas personal.


“AHY dan Gibran sama-sama merepresentasikan generasi muda. Namun AHY memiliki pengalaman, kapasitas kepemimpinan, serta personal branding yang dinilai lebih matang,” pungkas Fachrul Razi yang kini aktif sebagai dosen tamu politik di sejumlah kampus di Jakarta.


Pengamat politik menilai dinamika menuju Pilpres 2029 masih sangat cair. Namun sejumlah nama muda dengan latar belakang politik, pemerintahan, maupun militer diperkirakan akan menjadi perhatian utama publik dalam beberapa tahun mendatang, terutama di tengah perubahan peta geopolitik dan tantangan ekonomi global yang terus berkembang. ( red)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update