Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

“Negara Kehilangan Penjaga Api Juang: Ketua LVRI Karo Rajameriah Sitepu Wafat, PPM Serukan Perlawanan terhadap Lupa Sejarah”

Kamis, 16 April 2026 | Kamis, April 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-16T08:39:56Z


CNEWS, Karo, Sumatera Utara — 16 April 2026. Kabar duka datang dari Tanah Karo, Sumatera Utara. Sosok pejuang kemerdekaan yang selama puluhan tahun menjadi penjaga nilai-nilai perjuangan bangsa, Rajameriah Sitepu, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Karo, wafat pada 15 April 2026.


Kepergian almarhum bukan sekadar kehilangan personal bagi keluarga, tetapi juga menjadi simbol berkurangnya generasi saksi hidup sejarah perjuangan bangsa—mereka yang berdiri di garis depan mempertahankan kemerdekaan pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.


Jejak Seorang Penjaga Nilai Juang 45


Sepanjang hidupnya, Rajameriah Sitepu dikenal sebagai figur yang tidak hanya menyandang status veteran secara administratif, tetapi juga aktif menjaga “api juang” di tengah masyarakat. Ia konsisten menanamkan nilai-nilai nasionalisme, pengorbanan, dan integritas kepada generasi muda di Kabupaten Karo.


Dalam berbagai forum, almarhum kerap mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan, melainkan amanah yang harus terus diperjuangkan—terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari krisis moral hingga degradasi nilai kebangsaan.


Penghormatan Adat dan Militer: Simbol Negara dan Budaya Bersatu


Prosesi pemakaman dilaksanakan pada 16 April 2026 di Desa Kacaribu, Kabupaten Karo, tepatnya di Jambur Limpit (Jambur 57). Upacara berlangsung dalam dua dimensi penghormatan: adat Karo dan militer.


Upacara adat menjadi representasi penghormatan kultural masyarakat Karo terhadap sosok yang dituakan, sementara upacara militer menegaskan bahwa negara hadir memberikan penghormatan terakhir atas jasa seorang veteran yang telah mengabdikan hidupnya untuk republik.


Kehadiran unsur masyarakat, keluarga besar veteran, serta aparat negara dalam prosesi tersebut menjadi bukti bahwa pengabdian almarhum diakui lintas generasi dan institusi.


PPM: “Ini Bukan Akhir, Ini Alarm bagi Generasi Muda”


Reaksi keras dan penuh makna datang dari Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Karo. Ketua Caretaker PPM Karo, Usaha Pelawi, di bawah komando Ketua Umum Patriani Paramita Mulia, menegaskan bahwa wafatnya Rajameriah Sitepu harus menjadi momentum kebangkitan kesadaran generasi muda.


“Kami kehilangan bukan hanya seorang tokoh, tetapi Komandan Moral. Ini bukan akhir—ini adalah alarm keras bagi generasi penerus. Darah pejuang tidak boleh berhenti. Kami tegak lurus menjaga Jiwa, Semangat, dan Nilai-nilai Juang 1945,” tegas Usaha Pelawi.


Pernyataan ini sekaligus menyiratkan kritik implisit terhadap kondisi nasional saat ini, di mana nilai-nilai perjuangan dinilai mulai tergerus oleh pragmatisme politik, lemahnya keteladanan elite, serta minimnya internalisasi sejarah di kalangan generasi muda.


Krisis Regenerasi Veteran: Ancaman Nyata bagi Memori Bangsa


Wafatnya Rajameriah Sitepu juga membuka fakta yang jarang disorot: Indonesia tengah menghadapi krisis regenerasi nilai perjuangan. Jumlah veteran yang terus berkurang tidak diimbangi dengan sistematisnya transfer nilai kepada generasi muda.


Tanpa upaya serius, bangsa ini berisiko kehilangan “memori kolektif” tentang perjuangan kemerdekaan—yang selama ini menjadi fondasi moral dalam menjaga keutuhan negara.


Organisasi seperti LVRI dan PPM menjadi benteng terakhir dalam menjaga kesinambungan nilai tersebut. Namun, tanpa dukungan konkret dari negara dan masyarakat, peran ini berpotensi melemah.


Lebih dari Sekadar Duka: Sebuah Peringatan Nasional


Kepergian Rajameriah Sitepu seharusnya tidak berhenti pada seremoni dan ucapan belasungkawa. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukanlah cerita masa lalu, melainkan tanggung jawab yang terus hidup.


Di tengah dinamika nasional—dari konflik sosial, tantangan ekonomi, hingga krisis kepercayaan terhadap institusi—nilai-nilai yang diperjuangkan para veteran justru semakin relevan.


Jika generasi muda gagal melanjutkan perjuangan tersebut, maka yang hilang bukan hanya sosok seperti Rajameriah Sitepu, tetapi juga arah dan jati diri bangsa itu sendiri.


Kontak Pers:

PPM Kabupaten Karo

Ketua PPM Karo: 0821-7761-7548 (Narahubung)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update