Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

“Banjir Rutin di Medan Tembung: Proyek Drainase Setengah Jalan, Warga Bantan ‘Dikepung Air’ Setiap Hujan Deras”

Minggu, 19 April 2026 | Minggu, April 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-19T10:06:38Z


CNEWS | Medan — Banjir yang terus berulang di Kecamatan Medan Tembung, khususnya Kelurahan Bantan dan kawasan Bandar Selamat, kini memicu kemarahan warga. Setiap hujan deras mengguyur, air meluap dari parit yang tersumbat dan menggenangi permukiman, mulai dari Jalan Sosro hingga Jalan Ampera.


Warga menilai persoalan ini bukan sekadar faktor alam, melainkan akibat buruknya sistem drainase yang tidak pernah dituntaskan secara serius oleh pemerintah.


“Setiap hujan deras pasti banjir. Parit di Jalan Letda Sujono dekat gerbang tol Bandar Selamat itu sudah lama tumpat, tidak pernah dibersihkan maksimal,” ungkap salah satu warga kepada CNEWS.



Drainase Tersumbat, Air Meluap ke Permukiman


Titik krusial banjir berada di sepanjang Jalan Letda Sujono menuju akses tol Bandar Selamat. Parit yang menyempit dan dipenuhi sedimentasi membuat air hujan tidak mengalir lancar.



Akibatnya, air melimpah ke badan jalan hingga masuk ke rumah warga. Genangan bahkan bertahan cukup lama, memaksa warga berjibaku setiap kali hujan turun.


Seorang warga mengaku harus melakukan “perlawanan” sendiri terhadap banjir dengan membangun benteng di sekitar rumahnya.



“Dulu sebelum dibenteng, setiap hujan kami harus nguras air terus. Sekarang pun tetap was-was. Kalau hujan deras sering, bisa banjir terus-menerus,” keluhnya.


Janji Proyek Drainase Mangkrak



Masalah ini sebenarnya bukan hal baru. Pada masa kepemimpinan Wali Kota sebelumnya, Bobby Nasution, sempat ada rencana pembesaran dan pembongkaran parit di kawasan tersebut.


Namun fakta di lapangan menunjukkan proyek itu diduga berhenti di tengah jalan.


“Dulu ada rencana mau diperbesar paritnya, bahkan mau dibongkar. Tapi hanya dikerjakan separuh jalan, tidak sampai ke titik yang paling parah. Akhirnya percuma,” kata warga lainnya.


Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya perencanaan yang tidak matang atau bahkan pengabaian terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.


Dampak Meluas: Dari Jalan Sosro hingga Ampera


Banjir tidak hanya terjadi di satu titik. Efek limpahan air merambat luas, mulai dari:


Jalan Sosro

Jalan Letda Sujono

Kawasan Bandar Selamat

Hingga Jalan Ampera


Hal ini menunjukkan sistem drainase kawasan tersebut saling terhubung, namun tidak berfungsi optimal.

Ketika satu titik tersumbat, seluruh jaringan ikut terdampak.


Warga Tagih Janji Wali Kota Saat Ini


Kini, harapan warga tertuju pada Wali Kota Medan saat ini, Rico Waas, untuk segera turun tangan.


Warga mendesak:


Normalisasi total parit dan drainase

Pembongkaran saluran yang menyempit

Pembangunan ulang sistem drainase yang terintegrasi

Pengawasan ketat terhadap proyek agar tidak mangkrak


“Kami minta tolong kepada Pak Wali Kota sekarang. Jangan setengah-setengah. Kalau tidak dituntaskan, banjir ini akan terus jadi langganan,” tegas warga.


Potensi Krisis Lingkungan dan Kesehatan


Selain merusak rumah dan infrastruktur, banjir yang terus berulang juga berpotensi memicu:


Penyakit berbasis lingkungan

Kerusakan permanen bangunan

Penurunan kualitas hidup warga


Jika tidak segera ditangani, kawasan ini berisiko menjadi titik rawan banjir kronis di Kota Medan.


Catatan Redaksi

Kasus banjir di Medan Tembung menjadi cerminan lemahnya komitmen terhadap pembangunan infrastruktur dasar. Proyek yang tidak tuntas bukan hanya pemborosan anggaran, tetapi juga bentuk pengabaian terhadap keselamatan warga.


Pemerintah Kota Medan dituntut tidak lagi sekadar merespons, tetapi menyelesaikan akar masalah secara menyeluruh dan transparan.

CNEWS akan terus mengawal persoalan ini hingga ada tindakan nyata di lapangan. ( 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update