Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Bukber Ramadan di Balai Seminai: Pemkab Pelalawan Rangkul Pers di Tengah Tekanan Fiskal Daerah

Selasa, 17 Maret 2026 | Selasa, Maret 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-17T04:18:27Z


CNEWS, PANGKALAN KERINCI – Pemerintah Kabupaten Pelalawan memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperkuat komunikasi strategis dengan insan pers. Melalui agenda buka puasa bersama di Balai Seminai, Kompleks Perkantoran Bupati, Senin (16/3/2026), sinyal penting disampaikan: kolaborasi pemerintah dan media menjadi kunci menghadapi tekanan anggaran daerah yang kian nyata.


Kegiatan yang dihadiri sekitar 70 wartawan lintas organisasi ini tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan forum konsolidasi antara Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Forkopimda, dan insan pers sebagai pilar kontrol publik.


Hadir langsung Zukri bersama Wakil Bupati Husni Tamrin, Sekda Tengku Zulfan, serta unsur penegak hukum dan peradilan. Dari kalangan media, tampak perwakilan organisasi seperti PWI, IWO, PPWI, JMSI, hingga jaringan pers lainnya.


Pers Diakui Strategis, Tapi Dihadapkan Realitas Anggaran


Dalam pernyataannya, Zukri menegaskan posisi pers tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga aktor penting dalam menjaga arah pembangunan daerah.


“Pers adalah pilar keempat demokrasi, penghubung pemerintah dan masyarakat, sekaligus penjaga kebenaran di era digital,” tegasnya.


Namun di balik pengakuan tersebut, Zukri juga membuka realitas yang tidak bisa dihindari: tekanan fiskal daerah. Ia mengungkapkan proyeksi APBD Pelalawan tahun 2027 diperkirakan hanya berada di kisaran Rp1,5 triliun—angka yang dinilai akan membatasi ruang gerak pembangunan.


Kondisi ini memaksa pemerintah daerah untuk mencari strategi alternatif, termasuk menggali potensi pendapatan tanpa mengganggu stabilitas investasi.


“Kita harus duduk bersama, termasuk dengan wartawan, untuk merumuskan langkah konkret agar roda pemerintahan tetap berjalan,” ujarnya.


Dukungan Pers: Antara Apresiasi dan Ujian Independensi


Di sisi lain, Ketua JMSI Pelalawan, Erik Suhenra, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pemerintah daerah menjaga hubungan dengan insan pers, termasuk mempertahankan anggaran kerja sama media di tengah keterbatasan.


Pernyataan ini menjadi menarik. Di satu sisi menunjukkan adanya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan media lokal, namun di sisi lain juga menguji independensi pers dalam menjalankan fungsi kontrol.


“Kami memahami kondisi daerah, namun perhatian terhadap wartawan masih terjaga,” ujarnya.


Ia juga mendorong insan pers tetap optimistis dan inovatif dalam mendukung pembangunan daerah, tanpa meninggalkan fungsi kritisnya.


Simbol Sosial dan Pesan Politik


Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim, tausyiah, dan buka puasa bersama. Namun lebih dari itu, acara ini mengirimkan pesan politik yang jelas: Pemkab Pelalawan berupaya menjaga stabilitas hubungan dengan media di tengah potensi tekanan ekonomi dan dinamika kebijakan ke depan.


Catatan Kritis

Kedekatan pemerintah dan pers adalah keniscayaan dalam sistem demokrasi. Namun, hubungan tersebut harus tetap berada dalam koridor profesional—bukan kompromi.


Di tengah keterbatasan anggaran dan tantangan pembangunan, publik justru membutuhkan pers yang semakin tajam, independen, dan berani mengungkap fakta—bukan sekadar menjadi corong kebijakan.

Bukber ini menjadi pengingat: sinergi boleh erat, tetapi jarak kritis harus tetap dijaga. ( Pelor)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update