Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Tokoh Pemuda Keerom Tegaskan Polri Harus Tetap di Bawah Presiden RI

Rabu, 04 Februari 2026 | Rabu, Februari 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-04T09:08:35Z


CNEWS — KEEROM. 

Tokoh pemuda Kabupaten Keerom menegaskan dukungan penuh agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia, sebagaimana amanat konstitusi dan kerangka sistem ketatanegaraan nasional.


Pernyataan ini disampaikan di tengah menguatnya wacana publik terkait reposisi kelembagaan Polri. Tokoh pemuda Keerom menilai, penempatan Polri langsung di bawah Presiden merupakan desain konstitusional yang strategis untuk menjaga netralitas, profesionalisme, serta efektivitas penegakan hukum di seluruh wilayah Indonesia, khususnya daerah strategis dan rawan seperti wilayah perbatasan.


“Polri di bawah Presiden adalah fondasi penting stabilitas nasional. Itu memastikan kepolisian bekerja profesional, tidak ditarik ke kepentingan politik sektoral, dan tetap fokus melindungi masyarakat,” tegas tokoh pemuda Keerom.


Menurutnya, wilayah perbatasan RI–Papua Nugini (PNG) seperti Kabupaten Keerom memiliki tantangan keamanan, sosial, dan geopolitik yang kompleks. Karena itu, Polri membutuhkan garis komando yang jelas, kuat, dan langsung agar mampu merespons dinamika keamanan tanpa hambatan struktural.


Tokoh pemuda Keerom juga menekankan bahwa posisi Polri di bawah Presiden harus dibarengi dengan penguatan reformasi internal, terutama peningkatan pendekatan humanis, penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM), serta transparansi dalam penegakan hukum.


“Kami mendukung Polri yang kuat, tetapi juga akuntabel. Profesional, humanis, dan dipercaya rakyat—itulah Polri yang dibutuhkan di perbatasan,” ujarnya.


Ia berharap, ke depan Polri semakin memperkuat kepercayaan publik melalui pelayanan yang adil, penegakan hukum tanpa diskriminasi, serta kehadiran aktif sebagai penjaga persatuan dan kedaulatan bangsa.


Dukungan tokoh pemuda Keerom ini sekaligus menjadi sinyal bahwa masyarakat perbatasan menginginkan institusi Polri yang stabil secara kelembagaan, tidak mudah digeser oleh kepentingan jangka pendek, dan tetap berorientasi pada kepentingan nasional.( Tim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update