Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

SMKN 23 Jakarta Perkecil Kesenjangan DUDI Lewat Program Arsitek Karier Siswa (AKSI)

Minggu, 22 Februari 2026 | Minggu, Februari 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-22T05:29:11Z


CNEWS | Jakarta — Dalam upaya memperkecil kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri (DUDI), SMKN 23 Jakarta meluncurkan program unggulan bertajuk Arsitek Karier Siswa (AKSI). Sebanyak 245 siswa kelas XII dari seluruh jurusan ambil bagian dalam kegiatan yang digelar selama lima pekan berturut-turut setiap hari Sabtu, menghadirkan narasumber profesional berbeda di tiap sesi.


Program AKSI lahir dari meningkatnya kesadaran dan keaktifan siswa dalam mempersiapkan masa depan karier mereka, termasuk melalui platform profesional seperti LinkedIn. Menjawab fenomena positif ini, sekolah merancang AKSI sebagai program terstruktur dan aplikatif yang mengintegrasikan pembekalan hard skill dan soft skill, penguatan kesiapan mental, serta pembangunan portofolio profesional bagi para calon lulusan.


Program ini digagas oleh kolaborasi para profesional dan akademisi yang peduli terhadap pengembangan generasi muda, yakni:


  • Roy Avianto (Senior Trainer, Konsultan, Mentor, dan Educator)
  • Annisa Nurul Rahma (Konselor, Edukator, dan Hypnotherapist)
  • Dwi Agustiawan (Sales Leader & Coach)
  • Triarso Wijasena (Profesional Sales Trade Marketer)
  • Pebrizayanti, SE., M.Pd. (Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas DUDI SMKN 23 Jakarta)



Pelaksana Harian (PLH) Kepala SMKN 23 Jakarta, A. Djamilah, M.Si., menegaskan bahwa pendidikan vokasi di era sekarang harus bergerak lebih progresif dan adaptif terhadap kebutuhan industri modern.


“Hari ini, lulusan SMK tidak cukup hanya terampil secara teknis. Mereka harus memiliki daya tahan mental, kemampuan komunikasi, etos kerja, dan kepercayaan diri yang kuat. AKSI menjadi langkah konkret kami untuk mencetak lulusan yang benar-benar siap pakai,” ujarnya.


Sepanjang pelaksanaan program, para siswa mendapatkan pembekalan langsung dari praktisi industri sesuai bidang keahlian masing-masing. Materi meliputi standar kerja industri, budaya profesional, strategi personal branding, penyusunan portofolio, hingga kesiapan menghadapi proses rekrutmen dan wawancara kerja.


Ketua Pelaksana AKSI, Roy Avianto, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat aplikatif dan kontekstual, disesuaikan dengan realita dunia kerja.


“Kami ingin siswa memahami dunia profesional sebelum benar-benar terjun ke sana. Dengan menghadirkan narasumber berbeda setiap pekan, siswa memperoleh wawasan komprehensif tentang tantangan dan peluang di bidang mereka masing-masing,” ungkapnya.


Program AKSI menjadi bukti nyata komitmen SMKN 23 Jakarta dalam memperkuat sinergi link and match antara sekolah dan dunia usaha/industri (DUDI). Dengan keterlibatan aktif ratusan siswa, sekolah ini berupaya melahirkan lulusan kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi, sesuai arah kebijakan pendidikan vokasi nasional yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.


Lebih dari sekadar program pembekalan, AKSI merupakan investasi jangka panjang dalam membangun generasi vokasi yang tangguh, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. SMKN 23 Jakarta meyakini, ketika sekolah dan industri berjalan beriringan, yang lahir bukan sekadar lulusan — tetapi profesional muda siap kontribusi bagi kemajuan bangsa.


Reporter: Edo Lembang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update