CNEWS, JAKARTA SELATAN — Peta persaingan industri kuliner Jakarta kembali memanas dengan hadirnya NGL Burger, gerai burger baru yang memilih Pasaraya Blok M sebagai titik awal ekspansinya. Mengusung nama “Not Gonna Lie”, NGL Burger membawa pesan yang tegas: rasa tidak bisa bohong.
Di tengah tren kuliner yang kerap mengejar sensasi visual dan gimmick, NGL Burger justru mengambil jalur berbeda—mengembalikan fokus pada kualitas rasa, kesegaran bahan, dan kesederhanaan yang dieksekusi secara presisi.
Pemilik NGL Burger, Antonius Abirama, Michael Oscar, dan Alicia Putihrai, menegaskan bahwa filosofi “honest food” menjadi fondasi utama brand mereka sejak awal.
“Kami ingin menyajikan burger yang tidak dibuat aneh-aneh, tapi benar-benar enak. Rasa yang kuat, jujur, dan konsisten. Target kami jelas: NGL harus menjadi top of mind pencinta burger di Jakarta,” ujar Antonius saat peresmian gerai, Sabtu (14/2/2026).
Bertaruh pada Freshness, Rasa Bold, dan Harga Kompetitif
Secara strategis, NGL Burger menempatkan freshness bahan baku dan profil rasa yang bold sebagai diferensiasi utama. Pendekatan ini dibarengi dengan penetapan harga yang diklaim tetap rasional di tengah tingginya biaya operasional industri F&B ibu kota.
Tak hanya menyasar konsumen individual, NGL Burger secara sadar memposisikan diri sebagai bagian dari ekosistem komunitas. Blok M dipilih bukan semata karena lalu lintas pengunjung, melainkan nilai historisnya sebagai pusat pertemuan komunitas kreatif Jakarta Selatan.
“Burger itu punya kultur komunitas yang kuat. Blok M adalah melting pot berbagai ide, subkultur, dan kreativitas. Kami ingin NGL jadi ruang berkumpul, bukan sekadar tempat makan,” kata Michael.
Ruang Kolaborasi, Bukan Sekadar Gerai Makan
Desain gerai NGL Burger mengusung konsep raw dan industrial, dipadukan dengan sentuhan artistik yang memberi ruang ekspresi. Konsep ini secara sadar dirancang untuk membuka peluang kolaborasi lintas komunitas—mulai dari seni, musik, hingga diskusi kreatif.
Manajemen menyatakan terbuka bagi komunitas yang ingin menggunakan ruang NGL Burger sebagai medium kolaborasi, menjadikannya lebih dari sekadar entitas bisnis kuliner.
Menu Variatif dan Strategi Ramadan
Meski burger menjadi tulang punggung menu, NGL Burger juga menawarkan pilihan lain seperti menu nasi, chicken wings, serta minuman segar mulai dari jus hingga smoothies—strategi untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas.
Menjelang Ramadan, NGL Burger telah menyiapkan peta pemasaran jangka menengah selama tiga bulan ke depan, termasuk peluncuran menu baru yang masih dirahasiakan serta kolaborasi tematik dengan komunitas.
Siap Ekspansi Agresif di Jakarta
Tak berhenti di Blok M, NGL Burger telah mengunci rencana ekspansi lanjutan. Alicia Putihrai mengungkapkan bahwa gerai kedua akan dibuka di Pondok Indah Mall (PIM) 5 pada pertengahan bulan depan.
“Target kami tahun ini adalah tiga outlet aktif di Jakarta. Blok M adalah langkah awal sebelum kami bergerak lebih luas,” ungkap Alicia.
Dengan pendekatan rasa yang jujur, positioning berbasis komunitas, dan strategi ekspansi terukur, kehadiran NGL Burger menandai babak baru persaingan burger artisan di Jakarta—bukan sekadar soal tren, melainkan soal konsistensi kualitas dan identitas brand.
( Red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar