CNEWS | Papua — Pemuda Kabupaten Keerom menyampaikan apresiasi tegas dan terbuka kepada Gubernur Papua, Wakil Gubernur Papua, serta Sekretaris Daerah Provinsi Papua atas kebijakan strategis yang dinilai mencerminkan keberpihakan nyata kepada Orang Asli Papua (OAP) dalam tata kelola pemerintahan.
Kebijakan tersebut diwujudkan melalui penunjukan putra-putri asli Papua—khususnya dari Kabupaten Keerom—sebagai Pelaksana Tugas (Plt) pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua. Langkah ini dinilai bukan sekadar rotasi jabatan administratif, melainkan sinyal politik dan institusional yang kuat tentang arah reformasi birokrasi Papua ke depan.
“Ini bukan simbolik. Ini adalah pengakuan atas kapasitas, kompetensi, dan kesiapan SDM Papua untuk memimpin di level strategis,” tegas Ketua KNPI Kabupaten Keerom, Yan Christian May, dalam pernyataan resminya, Senin (24/2/2026).
Keputusan Politik yang Mematahkan Stigma
Menurut KNPI Keerom, selama bertahun-tahun narasi tentang keterbatasan kapasitas OAP kerap dijadikan alasan untuk menyingkirkan putra daerah dari posisi pengambil keputusan. Penunjukan ini dinilai mematahkan stigma lama dan sekaligus membangun kepercayaan diri generasi muda Papua bahwa jalur pengabdian terbuka luas bagi mereka yang berintegritas dan berkompeten.
“Anak-anak Papua tidak boleh terus menjadi penonton di tanahnya sendiri. Kebijakan ini menegaskan bahwa kami adalah pelaku utama pembangunan,” ujar Yan.
KNPI Keerom menyebut keputusan tersebut sebagai bentuk keberanian politik dan visi kepemimpinan progresif, yang sejalan dengan prinsip keadilan, pemerataan, dan pemberdayaan OAP sebagaimana mandat otonomi khusus.
Tiga Putra Keerom di Posisi Strategis Provinsi
Adapun pejabat yang dipercaya mengisi posisi Plt OPD di Provinsi Papua adalah:
Emanuel Korey, S.Sos, M.Si — Plt Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Aparatur Provinsi Papua
Barnabas Taiget, Drs — Plt Kepala Badan Pengelola Perbatasan Provinsi Papua
Elci Meho, S.STP, M.KP — Plt Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua
KNPI menilai penempatan ini sangat strategis, mengingat ketiga OPD tersebut berkaitan langsung dengan penguatan aparatur, pengelolaan wilayah perbatasan, serta tata kelola sumber daya alam—isu krusial dalam pembangunan Papua.
Pemuda Siap Jadi Mitra Kritis Pemerintah
KNPI Keerom menegaskan komitmen pemuda untuk mendukung program pemerintah secara berjenjang, dari pusat hingga daerah, sembari tetap menjalankan peran sebagai mitra kritis dan konstruktif.
“Kami akan mendukung, mengawal, sekaligus mengingatkan. Kepercayaan publik harus dijawab dengan kinerja nyata, pelayanan publik yang maksimal, dan integritas tanpa kompromi,” kata Yan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk memberikan dukungan moral, doa, dan partisipasi aktif agar amanah tersebut dijalankan secara transparan dan bertanggung jawab.
Penutup: Ujian Konsistensi dan Harapan Baru Papua
Di tengah kompleksitas persoalan Papua, kebijakan ini dipandang sebagai harapan hidup bagi generasi muda dan ujian konsistensi bagi pemerintah daerah. Keberpihakan struktural harus berbanding lurus dengan hasil kerja yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Papua yang maju dimulai dari kepemimpinan yang berani memberi ruang bagi anak-anak asli Papua untuk tampil dan membuktikan diri,” tutup Yan. ( YBM/Tim)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar