CNEWS — KEEROM . Pemuda didorong tampil sebagai garda terdepan penggerak ekonomi inklusif nasional melalui penguatan wirausaha berbasis digital marketing. Strategi ini dinilai krusial untuk menjawab ketimpangan ekonomi, keterbatasan akses pasar, serta rendahnya daya saing produk lokal di tengah dominasi korporasi besar dan platform global.
Pemanfaatan teknologi digital membuka ruang nyata bagi produk lokal dan usaha kreatif berbasis kearifan lokal untuk menembus pasar regional hingga nasional. Tidak hanya memperluas jangkauan distribusi, wirausaha digital juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja setara bagi generasi muda, perempuan, dan kelompok rentan yang selama ini tersisih dari arus utama ekonomi.
Lebih dari sekadar pertumbuhan ekonomi, pengembangan wirausaha digital oleh pemuda diarahkan agar tetap menjaga nilai sosial-budaya, menghormati hak asasi manusia (HAM), serta mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan hidup. Praktik usaha ramah lingkungan dan etis disebut sebagai syarat mutlak agar transformasi digital tidak melahirkan eksploitasi baru.
Namun demikian, dorongan terhadap pemuda tidak boleh berhenti pada retorika. Negara dan pemerintah daerah dituntut hadir secara konkret melalui kebijakan afirmatif, akses permodalan yang adil, literasi digital, serta perlindungan hukum bagi pelaku usaha muda. Tanpa intervensi kebijakan yang tegas, wirausaha digital berisiko hanya menjadi jargon tanpa dampak struktural.
Sinergi antara pemuda, pemerintah, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai menentukan dalam membangun ekosistem wirausaha digital yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berpihak pada ekonomi rakyat. Keerom menjadi salah satu contoh daerah yang memiliki potensi besar, namun keberhasilannya sangat bergantung pada keberanian negara menempatkan pemuda sebagai subjek utama pembangunan, bukan sekadar pelengkap program. ( Ybm)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar