CNEWS JAKARTA — Peran pers dan masyarakat sipil Indonesia dalam diplomasi internasional kembali mendapat pengakuan. Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, diundang secara resmi oleh Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk menghadiri Friendly Dinner (Iftar/Buka Puasa Bersama) di kediaman Duta Besar Rusia di Jakarta.
Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 18.15 WIB, di kediaman resmi Duta Besar Rusia di Jakarta Selatan. Jamuan ini akan dipimpin langsung oleh Sergei Tolchenov, Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia.
Informasi ini disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PPWI, Julian Caisar, kepada jaringan media PPWI se-Nusantara, Rabu (25/2/2026).
“Ketum PPWI bersama sejumlah pengurus DPN akan menghadiri undangan resmi Dubes Rusia untuk acara buka puasa bersama,” ujarnya.
Bukan Sekadar Iftar, Ada Agenda Strategis
Undangan Kedutaan Besar Rusia menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar jamuan Ramadhan, melainkan bagian dari upaya mempererat hubungan persahabatan Indonesia–Rusia, khususnya melalui jalur pers dan masyarakat sipil.
Sebelum iftar, pada pukul 17.30 WIB, akan digelar press briefing tertutup bagi koresponden Indonesia, di mana Dubes Sergei Tolchenov dijadwalkan menyampaikan pandangan Rusia terkait hubungan bilateral, dinamika geopolitik, serta isu-isu strategis global.
Diplomasi Ramadhan dan Peran Pers
Wilson Lalengke menyatakan undangan tersebut sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengakuan atas peran pers independen dalam membangun komunikasi lintas negara.
“Saya merasa terhormat diundang langsung oleh Yang Mulia Duta Besar Rusia. Iftar ini bukan sekadar makan bersama, tetapi simbol persahabatan dan penghormatan antarbangsa. Ramadhan mengajarkan kejujuran, solidaritas, dan perdamaian—nilai yang seharusnya menjadi fondasi diplomasi global,” tegas Wilson.
Sebagai Ketua Umum PPWI, Wilson menekankan bahwa diplomasi modern tidak bisa hanya bertumpu pada negara, melainkan harus melibatkan masyarakat sipil, media, dan komunitas intelektual.
“Diplomasi yang kuat harus berakar pada kejujuran dan keterbukaan. Bangsa yang menjunjung nilai kejujuran akan dihormati dunia, sementara kebohongan hanya akan meruntuhkan kepercayaan internasional,” tandasnya.
Sinyal Penguatan Hubungan Indonesia–Rusia
Wilson berharap pertemuan ini menjadi pintu masuk kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang komunikasi publik, pendidikan, kebudayaan, dan pertukaran informasi.
“Pertemuan informal seperti ini justru sering lebih efektif membangun kepercayaan dan membuka dialog yang jujur dan setara antarbangsa,” tutupnya.
Undangan resmi Kedutaan Besar Rusia kepada Ketua Umum PPWI ini menjadi sinyal kuat bahwa pers dan masyarakat sipil Indonesia memiliki posisi strategis dalam diplomasi internasional, sekaligus menegaskan bahwa Ramadhan dapat menjadi ruang diplomasi damai yang melampaui batas ideologi dan geopolitik. (TIM/Red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar