CNEWS, Jakarta, 11 Februari 2026 | Nasional — Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bergerak cepat memperkuat keterjangkauan pangan rakyat. Organisasi tani terbesar di Tanah Air itu membuka Bazar Pangan Murah di halaman kantor pusat HKTI yang berlokasi di kawasan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Selasa (10/2).
Langkah ini menegaskan posisi HKTI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan harga yang wajar.
“Kegiatan ini bukan seremonial. Ini langkah nyata HKTI menjadi bagian dari solusi menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan jelang Ramadhan. Kalau ada yang tidak mau ikut membantu rakyat, minggir!” tegas Sudaryono, Ketua Umum DPN HKTI sekaligus Wakil Menteri Pertanian RI, di sela peninjauan stand pasar murah.
Menurut Sudaryono, Pasar Murah HKTI merupakan program konkret organisasi untuk menopang kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi gejolak harga pangan pokok yang kerap meningkat menjelang bulan puasa.
Ia menegaskan bahwa HKTI akan memperluas gerakan ini ke seluruh provinsi di Indonesia agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat dan petani di berbagai daerah. “Kita ingin gerakan pangan murah ini jadi gerakan nasional. Semua jajaran HKTI wajib turun tangan,” ujarnya.
Kegiatan pasar murah ini juga diarahkan untuk menyerap hasil produksi petani lokal, sehingga rantai pasok pangan menjadi lebih efisien — petani tetap mendapat harga layak, dan konsumen menikmati harga terjangkau.
HKTI menilai sinergi lintas sektor — antara pemerintah, kelompok tani, dan pelaku usaha pangan — menjadi kunci stabilitas pasokan dan harga. Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam menjaga keseimbangan antara produksi dan konsumsi, terutama menjelang hari besar keagamaan.
Dengan program bazar pangan murah yang terukur, HKTI menunjukkan bahwa stabilitas harga bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tugas kolektif seluruh pemangku kepentingan yang peduli terhadap ketahanan pangan nasional. ( Red)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar