CNEWS, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat Lumbung Informasi Rakyat (DPP LIRA) menegaskan bahwa pers nasional harus kembali pada khitahnya sebagai penjaga nurani rakyat dan pilar utama demokrasi, bukan sekadar menjadi alat legitimasi kekuasaan maupun kepentingan pemodal.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan DPP LIRA dalam momentum Hari Pers Nasional (HPN), yang dinilai sebagai refleksi penting atas kondisi pers di tengah gempuran teknologi informasi, derasnya arus disinformasi, serta semakin menguatnya intervensi ekonomi dan politik terhadap industri media.
Presiden DPP LIRA, Andi Syafrani, menekankan bahwa rakyat membutuhkan pers yang mampu menyajikan informasi akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan, bukan informasi yang menyesatkan dan berpotensi merusak kohesi kebangsaan.
“Pers harus menjadi penerang kesadaran publik, bukan corong disinformasi. Informasi yang disebarkan harus memberi asupan kognitif yang mencerdaskan, bukan membingungkan apalagi memecah belah bangsa,” tegas Andi Syafrani, Jumat.
DPP LIRA juga mengingatkan agar pers tidak terjebak menjadi pewarta kekuasaan dan pemodal, melainkan tetap konsisten sebagai pengabar kebenaran yang berpihak pada kepentingan umum dan nilai-nilai kerakyatan.
Menurut LIRA, pers yang kritis merupakan prasyarat mutlak dalam membangun kesadaran sosial masyarakat terhadap situasi ekonomi, politik, dan hukum yang tengah berlangsung. Tanpa sikap kritis, pers justru berisiko kehilangan legitimasi publik.
Di tengah era digital dan media sosial yang memungkinkan informasi menyebar secara instan tanpa verifikasi, posisi pers dinilai semakin vital sebagai rujukan sosial yang kredibel.
“Ketika hoaks dan manipulasi informasi beredar begitu cepat di media sosial, pers profesional justru menjadi benteng terakhir kebenaran,” ujarnya.
Lebih jauh, DPP LIRA menyoroti pentingnya kolaborasi strategis antara pers dan lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO). Keduanya dipandang sebagai kekuatan rakyat di luar pemerintahan yang memiliki peran krusial dalam mengawal jalannya kekuasaan secara kritis, partisipatif, dan berkelanjutan.
Namun demikian, LIRA juga mengingatkan bahwa independensi pers tidak akan pernah kokoh tanpa jaminan kesejahteraan bagi pekerja pers. Perusahaan media diminta bertanggung jawab memastikan hak-hak jurnalis dan pekerja media terpenuhi agar industri pers tidak rapuh dan mudah diintervensi.
“Pers yang miskin dan tidak sejahtera akan sulit bersikap independen. Kesejahteraan pekerja pers adalah fondasi utama kebebasan pers,” tegas Andi Syafrani.
Di akhir pernyataannya, DPP LIRA menyampaikan apresiasi dan penghormatan kepada seluruh insan pers di Indonesia.
“Selamat Hari Pers Nasional. Semoga pers Indonesia tumbuh kokoh, independen, dan adaptif menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan integritas dan keberpihakan pada kebenaran,” pungkasnya.
Salam pers dan kebebasan.
DPP Lumbung Informasi Rakyat (LIRA)
Andi Syafrani
Presiden

Tidak ada komentar:
Posting Komentar