Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Anak Didik Jadi Korban Proyek Bisnis MBG, Putri Nabila Damayanti SH: Negara Jangan Kalah oleh Pengusaha

Minggu, 01 Februari 2026 | Minggu, Februari 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-01T10:23:29Z


CNews, CIANJUR — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan tajam publik. Insiden keracunan massal terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melibatkan 204 siswa SD dan PAUD di Kecamatan Cikalongkulon, Kadupandak, dan Sukanagara. Mayoritas korban merupakan anak-anak berusia di bawah 10 tahun.


Tak hanya siswa, sejumlah orang tua murid yang turut mencicipi menu MBG juga mengalami gejala serius seperti mual hebat, pusing, hingga muntah-muntah, dan harus mendapatkan perawatan di puskesmas setempat. Peristiwa ini kembali membuka borok lemahnya pengawasan pelaksanaan program strategis nasional tersebut.


Kapolsek Cikalongkulon membenarkan adanya kejadian keracunan massal dan menyatakan bahwa kepolisian telah mengamankan sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium. Berdasarkan keterangan warga, lauk ayam suwir diduga menjadi sumber masalah karena berbau tidak sedap sebelum dikonsumsi.


Menanggapi kejadian tersebut, Aktivis Nasional Putri Nabila Damayanti, SH, putri daerah asli Pacet–Cipanas, Cianjur, melontarkan kritik keras. Ia mempertanyakan mengapa keselamatan anak-anak justru dikorbankan dalam program yang seharusnya menjamin gizi dan kesehatan generasi masa depan bangsa.


“Ini bukan kejadian pertama. Saya sudah sejak awal mengingatkan, pelaksanaan MBG seharusnya dikelola langsung oleh sekolah, bukan diserahkan kepada pihak ketiga,” tegas Putri kepada awak media, Minggu (1/2/2026).

Menurutnya, penyerahan pengelolaan MBG kepada pihak ketiga membuka ruang komersialisasi program negara, di mana orientasi keuntungan berpotensi mengalahkan standar kualitas, kebersihan, dan keamanan pangan.


“Kalau dikelola sekolah, lebih terkontrol, lebih sehat, dan sesuai dengan kebutuhan anak-anak. Sekolah tahu betul menu apa yang layak, disukai, dan bergizi. Ini soal keselamatan anak, bukan soal efisiensi bisnis,” ujarnya.


Putri juga menyoroti fakta bahwa MBG kini berpotensi berubah menjadi ladang proyek bernilai besar bagi para pengusaha, sementara risiko justru ditanggung oleh anak-anak.


“MBG jangan dijadikan proyek untung besar harian oleh pengusaha. Kalau dikelola sekolah, selain aman, juga bisa menjadi tambahan pemasukan yang sah dan bermartabat bagi guru-guru,” kata Putri dengan nada tegas.


Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema pelaksanaan MBG, termasuk menghentikan keterlibatan pihak ketiga yang terbukti lalai, serta memastikan tidak ada lagi anak didik yang dijadikan korban kebijakan setengah matang.


Kasus keracunan MBG di Cianjur ini menjadi alarm keras bahwa program nasional tanpa pengawasan ketat berpotensi berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan generasi bangsa. (Megy)


#PutriNabilaDamayantiSH

#KeracunanMBG

#KritikMBG

#MBGCianjur

#AnakBukanProyek

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update