Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Aktivis Papua Kutuk Keras Penembakan Pesawat SMART Air di Boven Digoel: Pilot dan Kopilot Gugur Ditembak OTK

Kamis, 12 Februari 2026 | Kamis, Februari 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-12T00:16:42Z


CNEWS, Boven Digoel, Papua Selatan — Dunia penerbangan perintis di Tanah Papua kembali berduka. Sebuah pesawat milik SMART Air Aviation dengan nomor registrasi PK-SNR menjadi sasaran penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) saat hendak mendarat di Lapangan Terbang Korowai, Kampung Donowage, Distrik Yaniruma, Rabu (11/2/2026).


Akibat insiden brutal tersebut, pilot dan kopilot dilaporkan gugur di tempat, sementara 13 penumpang lainnya berhasil selamat. Peristiwa ini langsung mengguncang Kabupaten Boven Digoel dan menambah panjang daftar aksi kekerasan bersenjata yang mengancam keselamatan penerbangan di wilayah Papua.


Ketua LSM Warga Garda Bangsa (WGAB) Papua, Yerry Basri Mak, SH, MH, mengecam keras aksi biadab tersebut. Ia menilai, penembakan terhadap pesawat sipil yang tengah menjalankan misi kemanusiaan dan pelayanan masyarakat sama sekali tidak dapat dibenarkan.


“Kami sangat berduka dan marah. Aksi penembakan ini bukan hanya kejam, tapi juga melukai kemanusiaan. Pilot dan kopilot adalah pejuang udara yang selama ini membantu masyarakat di pedalaman Papua,” tegas Yerry dalam keterangannya kepada media, Rabu malam.


Yerry mendesak Polda Papua dan aparat TNI-Polri untuk segera memburu dan menangkap para pelaku penembakan yang menewaskan dua awak penerbangan tersebut. Ia juga meminta agar motif dan jaringan di balik serangan ini diungkap secara terang-benderang agar tidak terulang lagi.


Lebih lanjut, Yerry menyoroti pentingnya peran pesawat perintis seperti SMART Air bagi kehidupan masyarakat Papua. Menurutnya, moda transportasi udara adalah urat nadi perekonomian dan konektivitas antar distrik serta kampung di wilayah pegunungan dan pedalaman.


“Pesawat perintis seperti SMART Air ini bukan sekadar alat transportasi, tapi harapan hidup masyarakat Papua. Mereka mengantarkan bahan pokok, obat-obatan, dan membuka akses bagi warga di wilayah yang tak terjangkau jalan darat. Sangat disayangkan ada pihak yang tega menembak pesawat yang membawa kebaikan,” ujar Yerry dengan nada emosional.


Ia menutup dengan seruan tegas agar pemerintah pusat turut memperkuat keamanan penerbangan di Papua Selatan dan memastikan para pelaku teror terhadap transportasi sipil ditindak tanpa kompromi.


“Kami minta negara hadir dan tidak membiarkan para pelaku teror bersenjata merajalela. Nyawa pilot dan kopilot ini adalah pengorbanan besar bagi kemanusiaan,” pungkasnya. (Ybm)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update