Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Prabowo

Iklan Prabowo

Kapolda Riau Catat Penurunan Kejahatan, Penguatan Green Policing, dan Kinerja Presisi Berbasis Data

Senin, 29 Desember 2025 | Senin, Desember 29, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-29T04:12:29Z


CNEWS | PEKANBARU, RIAU — Kepolisian Daerah Riau menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja yang menunjukkan penguatan stabilitas keamanan, efektivitas penegakan hukum, serta konsistensi pendekatan keberlanjutan lingkungan melalui konsep Green Policing. Capaian tersebut disampaikan langsung Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan dalam rilis akhir tahun di Mapolda Riau, Minggu (28/12/2025).



“Sepanjang 2025, Polda Riau tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pencegahan, pemulihan, dan keterlibatan aktif masyarakat. Ini adalah kerja kolektif seluruh elemen,” tegas Kapolda.


Kriminalitas Turun 17 Persen, Penyelesaian Perkara Tembus 81 Persen



Kapolda Riau mengungkapkan, total tindak pidana sepanjang 2025 tercatat 11.651 perkara, turun 2.548 perkara atau 17 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 14.199 perkara.


Di sisi lain, kinerja penyelesaian perkara menunjukkan peningkatan signifikan. Dari total perkara yang ditangani, 9.398 perkara atau 81 persen berhasil diselesaikan, meningkat dari capaian tahun sebelumnya sebesar 70 persen.



“Penurunan kriminalitas dan peningkatan penyelesaian perkara ini mencerminkan konsistensi kerja personel serta meningkatnya kepercayaan publik,” ujar Kapolda.


Perang Terhadap Narkoba: Barang Bukti Rp 892,8 Miliar, Selamatkan 4,5 Juta Jiwa


Dalam pemberantasan narkotika, Polda Riau menangani 2.487 perkara dengan 3.618 tersangka sepanjang 2025. Nilai barang bukti yang disita diperkirakan mencapai Rp 892,8 miliar, yang diyakini telah menyelamatkan lebih dari 4,5 juta jiwa dari ancaman narkoba.



Barang bukti meliputi 808,88 kg sabu, 258.565 butir ekstasi, 76,39 kg ganja, serta heroin dan ketamin.


“Ini bukan sekadar statistik. Setiap pengungkapan berarti menyelamatkan masa depan generasi,” tegas Irjen Herry Heryawan.


Polda Riau juga berhasil mengungkap TPPU jaringan narkotika internasional, dengan estimasi aset senilai Rp 15,26 miliar.


Penegakan Hukum Korupsi: Asset Recovery 71 Persen


Di bidang tindak pidana korupsi, Polda Riau menangani 22 perkara, dengan 18 perkara atau 81 persen berhasil diselesaikan.


Yang menjadi sorotan, nilai asset recovery mencapai Rp 16,67 miliar dari total kerugian negara Rp 23,47 miliar, atau setara 71 persen—meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.


“Penegakan hukum harus berdampak nyata, tidak hanya menghukum pelaku tetapi juga mengembalikan kerugian negara,” kata Kapolda.


Green Policing: Kejahatan Lingkungan Jadi Prioritas Strategis


Kapolda Riau menegaskan, 2025 menjadi tonggak penguatan Green Policing, seiring kompleksitas kejahatan lingkungan di Riau.


Sepanjang tahun, Polda Riau menangani 148 perkara kejahatan sumber daya alam dan ekosistem, mencakup karhutla, illegal logging, illegal mining, migas, kehutanan, hingga karantina.


Khusus karhutla, tercatat 61 perkara dengan 70 tersangka, disertai langkah mitigasi masif:

lebih dari 1,2 juta patroli, 904 sekat kanal, 953 embung, 214 menara pantau, dan 242 plang peringatan karhutla.


“Green Policing adalah titik temu antara penegakan hukum dan keberlanjutan lingkungan,” tegas Kapolda.


PETI Ditertibkan, Pemulihan Ekosistem Dikedepankan


Penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menjadi prioritas strategis. Sepanjang 2025, Polda Riau mengungkap 17 perkara PETI dengan 35 tersangka, serta melakukan 136 kegiatan pemusnahan, termasuk 772 rakit tambang dan 1 camp pekerja.


Kapolda menegaskan pendekatan PETI tidak semata represif.


“Penegakan hukum berjalan, tetapi pemulihan ekosistem dan pendekatan sosial tetap menjadi bagian Green Policing,” ujarnya.


TPPO: Perlindungan Korban Jadi Fokus Utama


Dalam penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Polda Riau menangani 20 perkara, dengan 34 tersangka diamankan dan 185 korban berhasil diidentifikasi serta dilindungi.


“TPPO adalah kejahatan kemanusiaan. Fokus kami menyelamatkan korban dan memutus jaringan,” tegas Kapolda.


Lalu Lintas: Fatalitas Turun di Tengah Peningkatan Mobilitas


Sepanjang 2025, tercatat 190.767 pelanggaran lalu lintas dan 2.454 kecelakaan, meningkat seiring mobilitas masyarakat. Namun, angka korban meninggal dunia menurun dari 557 menjadi 550 orang.


“Penurunan fatalitas menunjukkan edukasi dan kehadiran polisi di jalan berdampak nyata,” ujar Kapolda.


Program Presisi: RAGA, RADAR, JALUR, dan Satkamling Hijau


Polda Riau memperkuat pendekatan Presisi melalui berbagai program strategis:


RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme): 13.318 kegiatan, 7 kasus diungkap.

RADAR (Riau Damai Anti Cyber Crime): ratusan laporan ditindaklanjuti, 72,7% responden menilai efektif.

JALUR (Jelajah Riau Untuk Rakyat): 2.191 kegiatan menjangkau 4.659 warga pesisir.

Satkamling Hijau: revitalisasi keamanan lingkungan berbasis partisipasi warga.

Penutup: Melindungi Tuah, Menjaga Marwah

Menutup rilis akhir tahun, Kapolda Riau menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, masyarakat, Forkopimda, dan media.

“Keamanan, keadilan, dan keberlanjutan adalah satu napas. Jika kita menjaga alam, alam akan menjaga kita,” pungkas Irjen Pol. Herry Heryawan.


Sumber: Humas Polda Riau

(Ros.H)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update