-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

LSM WGAB PAPUA APRESIASI GERAK CEPAT BWS PAPUA KERUK SUNGAI STM KOTARAJA, BANJIR TAK BOLEH TERUS MENGANCAM WARGA

Selasa, 03 November 2026 | Selasa, November 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-03T06:57:14Z


 Aspirasi Masyarakat Didengar, Normalisasi Sungai Harus Berkelanjutan


CNEWS, PAPUA — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) WGAB Papua menyampaikan apresiasi kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua atas langkah cepat menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait pengerukan dan pembersihan Sungai Jembatan STM, kawasan Kotaraja, Kota Jayapura.


Ketua LSM WGAB Papua, Yerry Basri Mak SH MH, kepada media CNEWS mengatakan bahwa pihaknya memberikan penghargaan kepada BWS Papua yang telah merespons keluhan masyarakat dengan menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan sungai.

.


Menurut Yerry, langkah tersebut merupakan bentuk nyata respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang selama ini terdampak luapan air sungai ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Jayapura.


“Sebagai LSM yang menyuarakan aspirasi masyarakat, kami sangat mengapresiasi pihak BWS Papua yang telah mendengar masukan warga dan bergerak cepat melakukan pengerukan Sungai Jembatan STM,” ujar Yerry.



BANJIR OKTOBER JADI PERINGATAN SERIUS


Yerry menjelaskan, pada Oktober lalu, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Jayapura mengakibatkan banjir cukup besar. Sungai Jembatan STM dilaporkan meluap hingga air masuk ke permukiman masyarakat.


Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan penumpukan material pasir yang menghambat aliran sungai. Situasi ini menjadi perhatian serius karena masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai berpotensi kembali menghadapi ancaman banjir ketika curah hujan meningkat.



Menurutnya, persoalan sedimentasi sungai tidak boleh dipandang sebagai masalah biasa. Jika tidak ditangani secara tepat dan berkelanjutan, penumpukan pasir dapat mengurangi kapasitas aliran sungai dan meningkatkan risiko luapan air.


“Banjir yang terjadi pada Oktober lalu menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban setiap kali hujan deras turun. Sungai harus dijaga dan dilakukan penanganan secara berkala,” tegas Yerry.


BWS PAPUA TURUNKAN EXCAVATOR, PENGERUKAN MULAI DILAKSANAKAN


Dalam pekan ini, pihak BWS Papua telah menurunkan alat berat jenis excavator untuk mengeruk material pasir yang tertimbun di sepanjang Sungai Jembatan STM.


Pengerukan tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mengurangi potensi luapan sungai ke kawasan permukiman masyarakat.

Yerry menilai, langkah cepat BWS Papua patut diapresiasi karena menunjukkan adanya respons terhadap kondisi lapangan dan keluhan warga.


Namun, ia juga mengingatkan agar pengerukan tidak berhenti pada penanganan sesaat. Diperlukan pemantauan kondisi sungai secara berkala, terutama menjelang dan selama musim hujan.


“Harapan kami, setelah dilakukan pengerukan, aliran sungai menjadi lebih lancar sehingga apabila terjadi hujan deras, air tidak lagi mudah meluap ke rumah-rumah masyarakat. Penanganan ini harus berkelanjutan,” ungkapnya.


LSM WGAB: KESELAMATAN MASYARAKAT HARUS MENJADI PRIORITAS


LSM WGAB Papua menegaskan bahwa upaya penanganan sungai merupakan bagian penting dari perlindungan masyarakat terhadap ancaman bencana banjir.


Pemerintah dan instansi teknis terkait diharapkan terus melakukan evaluasi terhadap kondisi sungai, sedimentasi, serta kapasitas aliran air agar penanganan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.


Yerry juga menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat harus menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air.

.

“Jangan menunggu banjir kembali terjadi baru dilakukan tindakan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Kami berharap BWS Papua terus melakukan pemantauan dan penanganan sungai secara berkesinambungan,” katanya.


UCAPAN TERIMA KASIH KEPADA BWS PAPUA


Di akhir keterangannya, Yerry Basri Mak SH MH, mewakili masyarakat sekitar Sungai Jembatan STM, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak BWS Papua, khususnya Kepala BWS Papua, atas respons terhadap aspirasi warga.


“Kami mewakili masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak BWS Papua, terutama kepada Kepala BWS Papua, yang telah mendengar aspirasi masyarakat dan bergerak cepat melakukan pengerukan Sungai Jembatan STM. Semoga langkah ini benar-benar memberikan manfaat dan mengurangi risiko banjir bagi masyarakat,” tutup Yerry. ( Tim/YBM)

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update