CNEWS | SURABAYA, JAWA TIMUR — Kabar mengenai sejumlah rumah sakit di Surabaya yang disebut hampir penuh akibat pasien yang didominasi influenza tipe A menjadi perhatian masyarakat. Informasi tersebut beredar melalui media sosial dan memicu kekhawatiran publik terhadap kondisi layanan kesehatan di Kota Surabaya.
Dalam unggahan pada platform Threads, akun @lailh__ menuliskan, “Hee rek jaga kesehatan ya, RS Surabaya hampir semua full🥹.” Ketika ditanya mengenai penyakit yang diderita pasien, akun tersebut menjawab, “Influenza tipe A.”
Namun, klaim bahwa rumah sakit di Surabaya hampir seluruhnya penuh akibat influenza tipe A perlu disikapi secara hati-hati dan tidak serta-merta dianggap sebagai gambaran kondisi seluruh rumah sakit.
Media menelusuri keterangan pihak rumah sakit. Direktur RS PHC Surabaya, dr Rony, menyampaikan bahwa memang terdapat peningkatan jumlah pasien, tetapi kondisi rumah sakit belum dapat disebut penuh.
“Meningkat, tapi belum penuh. Diagnosa bermacam-macam, ada stroke, kecelakaan, penyakit jantung, dan lain-lain. Diagnosa mirip flu juga ada, meningkat, tapi bukan yang sangat banyak mendominasi.”
Menurut dr Rony, jumlah pasien yang datang ke RS PHC mengalami peningkatan sekitar 20–30 persen dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan keluhan menyerupai flu, karena pasien yang datang memiliki beragam diagnosis.
Faktor cuaca juga disebut menjadi salah satu hal yang dapat memengaruhi meningkatnya keluhan kesehatan masyarakat.
Keterangan serupa disampaikan Kepala Seksi Humas Rumah Sakit Islam (RSI) Surabaya A. Yani, drg Dian Permata Asri. Pihak rumah sakit membenarkan adanya peningkatan jumlah pasien, dengan keluhan batuk dan pilek termasuk yang banyak ditemukan.
“Kalau pasien dengan batuk pilek banyak, namun tidak mengeluhkan batuk pileknya, tapi yang lain.”
INFLUENZA A BUKAN BERARTI SEMUA PASIEN RS TERKENA
Influenza tipe A memang merupakan salah satu kelompok virus influenza yang menyerang sistem pernapasan dan dapat menimbulkan gejala mulai dari ringan hingga berat. Virus influenza juga dapat mengalami perubahan genetik sehingga perlu terus dipantau.
Namun, meningkatnya pasien dengan keluhan batuk atau pilek tidak otomatis membuktikan bahwa pasien tersebut terinfeksi influenza tipe A. Penetapan diagnosis influenza tertentu memerlukan pemeriksaan medis yang sesuai.
Karena itu, informasi di media sosial yang menyebut rumah sakit di Surabaya “hampir semua penuh” dan didominasi influenza tipe A sebaiknya tidak diterima tanpa verifikasi dari fasilitas kesehatan maupun otoritas kesehatan terkait.
MASYARAKAT DIMINTA WASPADA, BUKAN PANIK
Masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika mengalami gejala gangguan pernapasan. Menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat ramai, menjaga kondisi tubuh, serta segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila gejala memburuk merupakan langkah pencegahan yang dapat dilakukan.
Di sisi lain, rumah sakit dan instansi kesehatan juga perlu memberikan informasi yang terbuka dan terukur apabila terjadi peningkatan kunjungan pasien. Transparansi mengenai kapasitas layanan, tren penyakit, serta hasil pemantauan epidemiologis penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak hanya mengandalkan unggahan media sosial.
CNEWS menegaskan: adanya peningkatan pasien di sejumlah rumah sakit bukan berarti seluruh rumah sakit di Surabaya telah penuh, dan belum terdapat dasar dari keterangan rumah sakit yang dikutip untuk menyimpulkan bahwa pasien didominasi influenza tipe A.
Waspada penting. Panik tidak diperlukan. Verifikasi informasi menjadi kunci. ( Tim/Red).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar