CNEWS | JAYAPURA — Penanganan kerusakan badan jalan akibat longsor dan patahan di ruas Entrop–Skyland, Kota Jayapura, Provinsi Papua, mendapat perhatian serius dari aktivis masyarakat. Setelah sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah akibat hujan deras dan banjir, akses jalan tersebut kini telah kembali dapat digunakan dengan kondisi yang jauh lebih baik.
Ketua LSM WGAB Papua, Yerry Basri Mak, SH., MH., kepada media mengatakan bahwa kerusakan ruas Entrop–Skyland beberapa waktu lalu sempat menimbulkan persoalan serius bagi pengguna jalan.
Menurut Yerry, curah hujan yang cukup tinggi memicu banjir dan longsor hingga menyebabkan sebagian badan jalan mengalami patahan. Kondisi tersebut sempat mengganggu kelancaran kendaraan yang melintas dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
“Kondisi jalan yang mengalami patahan dan longsor tentu sangat mengkhawatirkan, terutama bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut. Jalan adalah urat nadi aktivitas masyarakat sehingga kerusakannya harus segera ditangani,” ujar Yerry.
BPJN Bergerak Cepat
Yerry mengapresiasi langkah cepat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Papua/Wamena bersama jajaran terkait dalam melakukan penanganan terhadap titik jalan yang mengalami patahan dan longsor tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, pekerjaan penanganan dilakukan hingga kondisi jalan kembali lebih layak dan mulus untuk dilalui kendaraan.
Bagi Yerry, respons cepat pemerintah melalui instansi teknis merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga infrastruktur publik, khususnya ruas jalan yang memiliki fungsi penting bagi mobilitas masyarakat di Kota Jayapura.
WGAB: Infrastruktur Harus Dijaga, Bukan Sekadar Dibangun
Namun demikian, Yerry menegaskan bahwa pekerjaan perbaikan tidak boleh berhenti hanya pada pemulihan permukaan jalan.
Menurutnya, aspek drainase, pengendalian limpasan air, stabilisasi lereng, kualitas konstruksi serta pemeliharaan berkala harus menjadi perhatian agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi ketika curah hujan tinggi melanda.
“Kami mengapresiasi pekerjaan yang sudah dituntaskan. Tetapi kami juga mengingatkan agar aspek pencegahan jangan diabaikan. Kalau hanya memperbaiki badan jalan tanpa menyelesaikan faktor penyebab longsor dan banjir, kerusakan bisa kembali terjadi,” tegasnya.
Yerry juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan infrastruktur agar tetap mengedepankan standar teknis, transparansi, keselamatan kerja dan kualitas pekerjaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apresiasi untuk BPJN dan Pelaksana
Atas rampungnya penanganan kerusakan tersebut, Ketua LSM WGAB Papua menyampaikan terima kasih kepada Kepala BPJN Wilayah Papua/Wamena, Satker, PPK, kontraktor serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelesaian pekerjaan di ruas Entrop–Skyland.
“Sebagai aktivis dan Ketua LSM WGAB Papua, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak BPJN Wilayah Papua/Wamena beserta Satker, PPK dan kontraktor yang telah bekerja menyelesaikan penanganan patahan dan longsor di Entrop–Skyland,” kata Yerry.
Ia berharap kondisi jalan yang telah kembali baik tersebut dapat dipertahankan melalui pengawasan dan pemeliharaan secara berkelanjutan.
Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan infrastruktur jalan yang aman, berkualitas dan dapat digunakan dalam jangka panjang, bukan sekadar perbaikan sementara.
CNEWS menegaskan bahwa apresiasi terhadap kinerja pemerintah tetap harus berjalan beriringan dengan kontrol publik. Setiap pekerjaan infrastruktur harus dapat dipertanggungjawabkan dari sisi kualitas, manfaat, keselamatan, penggunaan anggaran dan ketahanan konstruksi. ( Tim/YBM).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar