CNEWS | MEDAN — Pemerintah Kota Medan kembali menempatkan Medan Utara sebagai salah satu kawasan prioritas pembangunan Tahun Anggaran 2026. Perbaikan drainase perkotaan dan lingkungan serta pembetonan jalan lingkungan digencarkan sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan banjir dan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian berada di Perumahan Griya Martubung, Jalan Tanggung Sentosa Raya, Kecamatan Medan Labuhan. Di lokasi tersebut tengah berlangsung pekerjaan perbaikan drainase lingkungan yang dikerjakan oleh pihak kontraktor.
Langkah Pemko Medan itu mendapat apresiasi dari LSM LSPDK Sumatera Utara. Namun, apresiasi tersebut sekaligus disertai pesan keras: pembangunan jangan hanya berhenti pada selesainya proyek, tetapi harus dibuktikan dengan hasil nyata bagi masyarakat.
Ketua LSM LSPDK Sumut, Ir. Badia Tampubolon, saat meninjau lokasi, Kamis (13/8/2026), menilai pembangunan infrastruktur di Medan Utara merupakan langkah yang patut didukung.
“Kami mengapresiasi langkah Pemko Medan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Konstruksi dan Bina Marga. Tahun 2026 ini pembangunan diarahkan ke Medan Utara. Ini menunjukkan kawasan Medan Utara mendapat perhatian serius,” ujar Badia.
Menurutnya, pembangunan drainase harus menjadi program berkelanjutan. Pemerintah dan masyarakat, kata dia, tidak boleh kembali membiarkan persoalan drainase muncul setelah proyek selesai.
Badia juga menekankan pentingnya pengawasan bersama agar pembangunan tidak terganggu oleh kepentingan pihak-pihak tertentu.
“Kami melihat pekerjaan di lapangan berjalan profesional. Tidak boleh ada gangguan dari oknum maupun pihak mana pun yang dapat merusak kualitas pembangunan. Ini harus kita kawal bersama,” tegasnya.
Drainase Dibangun, Warga Jangan Buang Sampah Sembarangan
Kabid Drainase SDABMBK Kota Medan, Hardy Patuan Sibarani, mengatakan pembangunan drainase lingkungan di Griya Martubung diharapkan mampu mengantisipasi genangan dan banjir. Program tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari perencanaan sekaligus respons terhadap masukan masyarakat.
Namun, pembangunan fisik tidak akan efektif apabila perilaku masyarakat tidak berubah.
“Kami berharap warga, khususnya di Griya Martubung dan Medan Utara, ikut menjaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan. Percuma drainase dibangun dengan anggaran besar kalau kemudian tersumbat sampah,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi catatan penting. Infrastruktur pengendali banjir tidak cukup hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Pemeliharaan, pengawasan dan kesadaran masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan program.
Kritik Keras: Jangan Jadikan Proyek Sekadar Seremonial
LSM LSPDK Sumut mengingatkan Pemko Medan agar pembangunan drainase di Medan Utara tidak terjebak pada paradigma “proyek selesai, persoalan selesai.”
Ukuran keberhasilan seharusnya bukan sekadar panjang drainase yang dibangun, nilai anggaran yang terserap, atau laporan pekerjaan yang dinyatakan selesai. Ukuran paling sederhana adalah apakah masyarakat benar-benar merasakan berkurangnya genangan dan banjir setelah proyek tersebut berfungsi.
Karena itu, kualitas pekerjaan, kesesuaian spesifikasi, kapasitas drainase, konektivitas antar saluran, pembuangan akhir serta pemeliharaan pascapembangunan harus menjadi perhatian serius.
Kelurahan, kepala lingkungan, Babinsa dan masyarakat juga diharapkan ikut mengawasi pelaksanaan pekerjaan sekaligus menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Masyarakat sudah berterima kasih. Sekarang tugas kita mengawal dan merawat. Kalau semua bersinergi, target Medan bebas banjir bisa tercapai,” kata Badia.
Medan Utara Harus Mendapat Hasil, Bukan Sekadar Janji
Pembangunan di Medan Utara memang patut diapresiasi. Namun, perhatian publik tetap diperlukan agar setiap rupiah anggaran benar-benar menghasilkan infrastruktur yang berkualitas dan bermanfaat.
Pemko Medan dan dinas terkait diharapkan memastikan pembangunan berlanjut hingga akhir 2026, sekaligus membuka ruang pengawasan publik secara transparan.
Medan Utara tidak membutuhkan proyek yang hanya terlihat baru. Medan Utara membutuhkan drainase yang benar-benar berfungsi, jalan yang benar-benar layak, dan kebijakan yang benar-benar mampu menjawab persoalan banjir masyarakat.
Kini masyarakat menunggu satu pembuktian: ketika hujan deras datang, apakah Griya Martubung dan kawasan Medan Utara benar-benar lebih aman dari banjir? ( Anto Juntak )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar