-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

Arena Motocross Dolok Menampang Disorot: Diduga Balap Liar, Legalitas dan Penanggung Jawab Dipertanyakan

Rabu, 12 Agustus 2026 | Rabu, Agustus 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-12T13:59:53Z


CNEWS | SERGAI — Keberadaan arena motocross di kawasan Sarang Kerap, Desa Dolok Menampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, menuai sorotan warga. Kegiatan yang disebut rutin berlangsung setiap Minggu sore tersebut diduga belum memiliki kejelasan terkait legalitas, izin kegiatan, standar keselamatan, maupun pihak yang bertanggung jawab.


Berdasarkan informasi dan keterangan warga yang dihimpun di lokasi pada Minggu, 9 Agustus 2026, arena tersebut ramai digunakan pembalap dan penonton sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga menjelang petang.


Warga mempertanyakan apakah kegiatan tersebut telah mengantongi izin penggunaan lokasi dan izin penyelenggaraan yang diperlukan. Persoalan ini dinilai tidak boleh dianggap sepele, terlebih kegiatan melibatkan kendaraan bermotor berkecepatan tinggi serta menghadirkan banyak penonton.


Bukan Sekadar Arena Hiburan, Aspek Keselamatan dan Kamtibmas Harus Jelas


Sorotan masyarakat bukan semata-mata terhadap olahraga motocross. Yang menjadi pertanyaan utama adalah siapa penyelenggaranya, siapa penanggung jawabnya, bagaimana standar keselamatannya, dan atas dasar izin apa kegiatan tersebut berlangsung secara rutin.


Jika benar kegiatan tersebut hanya latihan, sebagaimana disebutkan kepada pemerintah desa, masyarakat tetap berhak memperoleh kepastian mengenai status lokasi, mekanisme pengawasan, serta jaminan keselamatan peserta dan penonton.


Apalagi, apabila kegiatan berlangsung tanpa pengamanan dan prosedur keselamatan yang memadai, risiko kecelakaan maupun gangguan ketertiban tidak dapat diabaikan.


Warga juga meminta pemerintah tidak menunggu sampai terjadi insiden terlebih dahulu. Pemeriksaan administrasi dan lapangan dinilai penting sebagai langkah pencegahan.


Kepala Desa: Tidak Mengetahui Siapa Penanggung Jawab


Kepala Desa Dolok Menampang, Dedi Turnip, saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui secara rinci mengenai aktivitas di arena tersebut.


“Saya tidak tahu menahu mengenai balap motor cross itu karena tidak ada yang datang menemui saya terkait lokasi tersebut. Pernah saya tanyakan, mereka bilang hanya untuk latihan. Saya juga tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas kegiatan itu,” ujar Dedi Turnip.


Pernyataan tersebut justru memperkuat pertanyaan publik: bagaimana sebuah arena yang disebut rutin digunakan setiap akhir pekan dapat beroperasi tanpa kejelasan pihak pengelola yang diketahui pemerintah desa?


Jika kegiatan tersebut memang resmi, semestinya terdapat pihak yang dapat dimintai pertanggungjawaban, termasuk terkait keselamatan, keamanan, perizinan, dan apabila terjadi kecelakaan atau persoalan hukum.


Warga Minta Aparat Turun Memeriksa


Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat terkait segera melakukan pengecekan langsung terhadap arena tersebut.


Sedikitnya ada tiga hal yang dinilai mendesak untuk diperjelas:


Legalitas lokasi dan kegiatan, termasuk status penggunaan lahan serta izin yang dipersyaratkan.


Standar keselamatan, baik untuk pembalap maupun penonton.


Identitas penanggung jawab, termasuk pihak yang bertanggung jawab apabila terjadi kecelakaan, keributan, atau gangguan keamanan.


Warga juga meminta aparat memastikan kegiatan tersebut tidak berkembang menjadi arena balap liar yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.


Jangan Tunggu Ada Korban


Pemerintah dan aparat penegak hukum perlu mengambil langkah preventif secara proporsional. Jika arena tersebut legal dan memenuhi persyaratan, masyarakat tentu berharap kegiatan dapat berlangsung secara tertib dan aman.


Namun, apabila ditemukan pelanggaran, pemerintah dan aparat diminta tidak membiarkannya berlarut-larut.


Prinsipnya sederhana: kegiatan olahraga boleh berkembang, tetapi legalitas, keselamatan, dan ketertiban masyarakat tidak boleh dikorbankan.


Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola arena motocross mengenai izin, status kegiatan, maupun identitas penanggung jawabnya. CNews membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pengelola maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan secara berimbang. ( H Silaban).

.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update