-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

E-SPORTS KAPOLRI CUP 2026 BUKAN SEKADAR TURNAMEN, POLRI BIDIK TALENTA DIGITAL GEN Z MENUJU INDONESIA EMAS 2045

Senin, 10 Agustus 2026 | Senin, Agustus 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-10T12:41:35Z


35.936 Peserta Terlibat, Ekosistem Esports Dibuka Lebih Lebar dari Atlet hingga Industri Kreatif


CNEWS | Jakarta — Perkembangan industri digital mengubah cara generasi muda belajar, berkarya, berkompetisi, hingga membangun karier. Melihat perubahan tersebut, E-Sports Kapolri Cup 2026 hadir bukan sekadar sebagai kompetisi gim, tetapi sebagai ruang untuk menemukan dan mengembangkan talenta muda Indonesia di tengah pertumbuhan ekonomi digital.


Gelaran yang menjadi bagian dari Polri Youth Movement: Polri Indonesia Emas 2045 itu resmi ditutup melalui Grand Closing di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (9/8/2026). Ajang tersebut dilaporkan melibatkan 35.936 peserta dari berbagai wilayah Indonesia, menunjukkan besarnya potensi komunitas esports nasional. 


Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Adex Yudiswan menegaskan, esports tidak boleh lagi dipandang sebatas aktivitas bermain gim.


Menurut Adex, industri ini memiliki ekosistem luas, mulai dari atlet, caster, pembawa acara, pengembang gim, event organizer hingga pelaku UMKM yang bergerak di sektor merchandise dan industri pendukung lainnya.


“Esports ini bukan hanya tentang menjadi atlet. Ada ekosistem yang luas,” ujar Adex saat menghadiri E-Sports Kapolri Cup 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (9/8/2026). 


AI MENGUBAH DUNIA KERJA, TALENTA MUDA HARUS SIAP


Adex juga menyoroti perkembangan artificial intelligence atau AI yang semakin cepat memasuki berbagai sektor.


Menurutnya, perubahan teknologi harus direspons dengan peningkatan kemampuan generasi muda. Pemerintah, kata dia, perlu membuka wawasan bahwa dunia digital bukan hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga menciptakan profesi dan peluang ekonomi baru.


Namun, Polri menekankan bahwa perkembangan esports tidak boleh mengorbankan pendidikan.


Sekolah tetap menjadi prioritas utama, sedangkan esports menjadi ruang pengembangan potensi dan karier.


Pesan tersebut menjadi penting karena sebagian besar pemain esports berasal dari kelompok usia muda yang masih berada dalam fase pendidikan.


IESPA: GAMERS AMATIR KINI PUNYA PANGGUNG NASIONAL


Ketua Umum Indonesia Esports Association (IESPA) Ibnu Sulistyo Riza Pradipto mengapresiasi penyelenggaraan Kapolri Cup 2026 karena memberikan kesempatan kepada gamers amatir untuk tampil di panggung nasional.


Menurut Ibnu, konsep “Dream to Become” menunjukkan bahwa kompetisi dapat menjadi pintu masuk bagi pemain muda untuk mengembangkan kemampuan dan membangun karier di industri esports.


Kolaborasi antara Polri, IESPA, jajaran Polda, komunitas dan berbagai pihak dinilai menjadi salah satu langkah membangun ekosistem esports Indonesia yang lebih terstruktur.


BUKAN LAGI SEKADAR HIBURAN


Besarnya partisipasi dalam Kapolri Cup 2026 memperlihatkan satu fakta: komunitas esports Indonesia memiliki basis talenta yang sangat besar.


Kapolri bahkan memberikan tantangan agar jumlah peserta pada penyelenggaraan berikutnya dapat meningkat hingga 10 kali lipat. Menurutnya, kompetisi di tingkat Polsek, Polres dan Polda dapat menjadi jalur untuk menemukan pemain-pemain potensial yang kemudian dibina menuju tingkat nasional dan internasional. 


Selain kompetisi esports, rangkaian Kapolri Cup 2026 juga mencakup berbagai kegiatan pendukung, termasuk cosplay, influencer hunt, Trading Card Game serta kegiatan Capture the Flag yang berkaitan dengan keamanan siber. 


DARI GAMERS MENJADI TALENTA DIGITAL


Kreator konten dan perwakilan Gen Z Willy Salim turut mengapresiasi dukungan terhadap esports.


Menurutnya, keberadaan kompetisi berskala nasional memberikan ruang bagi generasi muda untuk membuktikan kemampuan melalui bidang yang dekat dengan kehidupan mereka.


Pesan besarnya jelas: anak muda tidak cukup hanya menjadi konsumen teknologi. Mereka harus didorong menjadi pencipta, pekerja kreatif, pengusaha, atlet, pengembang teknologi dan profesional di ekosistem digital.


Kapolri Cup 2026 dengan demikian bukan hanya berbicara mengenai siapa yang menjadi juara.


Lebih jauh, ajang tersebut menjadi panggung pencarian bakat, pembentukan komunitas, literasi digital dan pengembangan ekonomi kreatif.


CNEWS: ERA BARU TALENTA DIGITAL INDONESIA


Jika pembinaan dilakukan secara konsisten, kompetisi esports dapat menjadi salah satu jalur lahirnya talenta digital Indonesia yang mampu bersaing di tingkat Asia bahkan dunia.


Tantangannya kini bukan sekadar memperbanyak turnamen.


Yang jauh lebih penting adalah memastikan pembinaan, pendidikan, kesehatan atlet, literasi digital, keamanan siber, profesionalisme kompetisi dan peluang industri berjalan beriringan.


Sebab, di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat, Indonesia membutuhkan generasi muda yang bukan hanya jago bermain, tetapi juga mampu menciptakan nilai dan lapangan kerja di dunia digital.


Dari kompetisi menuju prestasi.
Dari gamers menuju profesional.
Dari talenta muda menuju Indonesia Emas 2045.


Sumber bahan: Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta | Reporter: Edo


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update