-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan HUT Kemerdekaan RI

Iklan HUT Kemerdekaan

Doa Kebangsaan Polres Langkat: Merawat Kerukunan, Menjaga Indonesia Tetap Berdiri dalam Keberagaman

Senin, 17 Agustus 2026 | Senin, Agustus 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-17T13:13:14Z


CNEWS | LANGKAT, SUMATERA UTARA — Semangat menjaga persatuan kembali digaungkan dari Kabupaten Langkat. Polres Langkat menggelar Doa Bersama Kebangsaan bertajuk “Langkat Rukun, Damai, Bermartabat dan Bertuah” di Halaman Jananuraga Polres Langkat, Jumat, 14 Agustus 2026.


Kegiatan tersebut berlangsung menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan mempertemukan unsur Forkopimda, tokoh agama lintas iman, tokoh masyarakat, personel Polri, Bhayangkari serta masyarakat.


Kapolres Langkat AKBP Hannry P.H. Tambunan, S.E., S.I.K. hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Pesan utama yang disampaikan bukan sekadar tentang keamanan dalam pengertian penegakan hukum, tetapi mengenai pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa kedamaian adalah tanggung jawab seluruh masyarakat.  


LINTAS AGAMA, SATU TUJUAN


Suasana kegiatan memperlihatkan keterlibatan berbagai unsur keagamaan. Doa kebangsaan dipanjatkan secara bergantian oleh perwakilan agama, sebagai simbol bahwa perbedaan keyakinan tidak harus menjadi sekat dalam kehidupan berbangsa.


Ketua MUI Kabupaten Langkat H. Zulkifli Ahmad Dian, Lc., M.A., Ketua FKUB Kabupaten Langkat H. Muhammad Ishak, S.Ag., M.Pd., serta tokoh dan perwakilan umat Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu turut hadir dalam kegiatan tersebut.


Di tengah masyarakat yang terdiri atas beragam latar belakang agama, etnis, budaya dan sosial, pesan tersebut menjadi penting: persatuan tidak dibangun dengan menghapus perbedaan, tetapi dengan memastikan perbedaan dapat hidup berdampingan secara bermartabat.


KAPOLRES: KEAMANAN BUKAN HANYA TUGAS POLISI


Kapolres Langkat mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan hati dan niat untuk mendoakan Kabupaten Langkat agar senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, kerukunan serta keberkahan.


Ia juga menegaskan bahwa menciptakan wilayah yang aman tidak dapat dibebankan hanya kepada institusi kepolisian.


Polri membutuhkan dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, unsur TNI, lembaga penegak hukum, organisasi kemasyarakatan serta masyarakat luas.


Pandangan tersebut sebelumnya juga terlihat dalam komunikasi Polres Langkat dengan FKUB pada awal Agustus. Dalam pertemuan tersebut, sinergi kepolisian dan tokoh agama ditempatkan sebagai bagian penting dalam menjaga persatuan dan kondusivitas Kabupaten Langkat.


BUKAN SEREMONI SEMATA

.

Doa kebangsaan tersebut diisi dengan sejumlah rangkaian kegiatan, antara lain pembacaan doa, doa lintas agama, pemberian santunan kepada anak-anak, ceramah kebangsaan oleh Hj. Zulfaridah Hanim atau Bunda Indah, pemberian bingkisan kepada jemaah pengajian Halimah serta foto bersama.


Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan keamanan tidak selalu identik dengan tindakan represif. Membangun komunikasi, memperkuat kepercayaan dan merawat hubungan antarkelompok juga merupakan bagian penting dari upaya menjaga ketertiban sosial.


PESAN LOKAL, MAKNA UNIVERSAL


Dari Langkat, pesan yang muncul sesungguhnya memiliki relevansi lebih luas. Dunia menghadapi berbagai tantangan akibat polarisasi sosial, konflik identitas, intoleransi dan menguatnya fragmentasi masyarakat.


Indonesia memiliki modal sosial berupa keberagaman dan pengalaman panjang hidup dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Karena itu, kegiatan lintas agama seperti yang berlangsung di Langkat dapat menjadi pengingat bahwa keamanan yang berkelanjutan harus dibangun bersama masyarakat, bukan hanya dijaga oleh aparat.


Dalam konteks nasional, semangat tersebut sejalan dengan kebutuhan menjaga persatuan menjelang momentum peringatan kemerdekaan. Sementara dalam perspektif internasional, prinsip hidup berdampingan secara damai, penghormatan terhadap perbedaan dan dialog lintas agama merupakan nilai universal yang relevan bagi masyarakat mana pun.


“SATU LANGKAH, SATU HATI”


Polres Langkat membawa pesan “Satu Langkah, Satu Hati untuk Langkat yang Aman dan Damai.”


Pesan tersebut bukan hanya slogan. Tantangan sesungguhnya berada pada bagaimana semangat kerukunan yang terlihat dalam satu kegiatan dapat diterjemahkan menjadi tindakan sehari-hari: menghormati perbedaan, mencegah konflik, menolak provokasi, menjaga ruang dialog dan menyelesaikan persoalan secara damai serta sesuai hukum.


Publik menilai, kekuatan sebuah daerah bukan hanya diukur dari kemampuan aparat menjaga keamanan, tetapi juga dari kemampuan masyarakatnya menjaga persaudaraan ketika perbedaan muncul.


Doa bersama di Halaman Jananuraga Polres Langkat akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda menjelang HUT ke-81 RI. Ia menjadi pesan bahwa kemerdekaan akan memiliki makna yang lebih kuat ketika masyarakat mampu mempertahankan persatuan, menghormati keberagaman dan memastikan Langkat tetap menjadi rumah bersama yang aman, damai, bermartabat dan bertuah.(Tim/Red).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update