CNEWS, Bogor, Jawa Barat — Semangat pantang menyerah dan jiwa petualang terus diwariskan dari seorang ibu kepada anak-anaknya. Seorang Bhayangkari yang pernah menaklukkan Gunung Elbrus di Rusia pada 2007, Asih, kembali menjadi sorotan setelah mengajak kedua putrinya mendaki Gunung Agung, Bali, sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan mental juara.
Bagi Asih, yang kini berusia 45 tahun, usia bukanlah penghalang untuk terus berkarya dan menginspirasi. Pengalaman sebagai pecinta alam sejak duduk di bangku SMAN 39 Jakarta dan aktif di Mapala Universitas Jayabaya telah membentuk karakter tangguh yang kemudian membawanya mengibarkan Merah Putih di puncak Gunung Elbrus, salah satu gunung tertinggi di Eropa.
Namun menurutnya, pencapaian terbesar bukanlah keberhasilan menaklukkan puncak dunia, melainkan mampu menanamkan semangat juang kepada generasi berikutnya, khususnya kedua putrinya.
Salah satunya adalah Gracelynn Rumbiak (15) yang kini dikenal sebagai atlet figure ice skating Indonesia. Sejak usia empat tahun, Gracelynn telah diperkenalkan dengan dunia pendakian gunung dan aktivitas alam terbuka oleh sang ibu sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin, keberanian, dan daya juang.
Dalam pendakian menuju Gunung Agung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut, Gracelynn didampingi adiknya, Chleony Rumbiak (13). Pendakian tersebut menjadi simbol perjalanan membangun mental tangguh yang diyakini akan menjadi bekal menghadapi berbagai tantangan, baik di arena olahraga maupun dalam kehidupan.
Asih menegaskan bahwa setiap jalur pendakian merupakan ruang pembelajaran yang mengajarkan konsistensi, kerja keras, disiplin, keberanian mengambil keputusan, serta kepasrahan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ia berharap kisah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para ibu di seluruh Indonesia untuk menjadi teladan nyata bagi anak-anak melalui tindakan, bukan sekadar nasihat.
“Kelak saat saya tidak lagi mampu mendaki, saya ingin anak-anak saya selalu mengingat bahwa mereka dibesarkan oleh seorang ibu yang mengajarkan arti perjuangan, dan bahwa mereka diciptakan untuk menjadi pemenang,” ungkap Asih.
Kisah inspiratif tersebut mendapat perhatian luas di media sosial dan dinilai sebagai gambaran pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia yang tangguh, berprestasi, serta memiliki kecintaan terhadap alam dan bangsa.
Sumber: Divisi Humas MIO Indonesia DKI Jakarta
Reporter: Edo Lembang
Redaksi: CNEWS Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar