CNEWS | Jayapura, Papua – Kondisi memprihatinkan kembali terjadi di kawasan Jalan Masuk Pasar Sentral Yotefa, Kota Jayapura, Provinsi Papua. Saluran drainase yang meluap hingga menggenangi badan jalan utama pasar diduga disebabkan oleh tumpukan sampah yang menyumbat aliran air dan buruknya sistem pengelolaan drainase di kawasan tersebut.
Akibat luapan air tersebut, akses jalan menuju Pasar Sentral Yotefa mengalami kerusakan dan mengganggu aktivitas para pedagang, pembeli, serta pengguna jalan lainnya. Genangan yang terus berulang dinilai menjadi bukti lemahnya penanganan infrastruktur dan minimnya langkah antisipatif dari pemerintah daerah.
Warga: Sudah Berkali-kali Diberitakan, Tapi Belum Ada Tindakan Nyata
Masyarakat mengaku kecewa karena persoalan ini bukan pertama kali terjadi. Berbagai media massa telah berulang kali memberitakan kondisi drainase dan kerusakan jalan di Pasar Sentral Yotefa, namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan yang serius dan berkelanjutan.
"Setiap hujan deras, air pasti meluap ke jalan. Sampah menumpuk di drainase dan tidak pernah dibersihkan secara maksimal. Kami hanya melihat janji, tetapi tindakan nyatanya belum ada," ujar salah seorang warga.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengelolaan kebersihan, pemeliharaan drainase, serta komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
Infrastruktur Kota Dipertanyakan
Luapan air dan kerusakan jalan di salah satu pusat ekonomi terbesar di Kota Jayapura dinilai mencerminkan persoalan tata kelola perkotaan yang perlu segera dibenahi. Pasar Sentral Yotefa merupakan pusat aktivitas perdagangan yang setiap hari dikunjungi ribuan warga. Namun, kondisi infrastruktur yang rusak dan sistem drainase yang tidak berfungsi maksimal justru berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Pengamat kebijakan publik menilai, jika persoalan ini terus dibiarkan, maka bukan hanya berdampak pada aktivitas perdagangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan lingkungan, kemacetan, hingga meningkatnya risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Kritik Keras untuk Pemerintah Kota Jayapura
Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Jayapura agar tidak hanya menjadikan persoalan banjir dan drainase sebagai agenda seremonial, melainkan segera mengambil langkah konkret melalui:
Pembersihan total saluran drainase yang tersumbat sampah.
Perbaikan jalan yang mengalami kerusakan akibat genangan air.
Penambahan kapasitas drainase agar mampu menampung debit air saat hujan deras.
Pengawasan rutin terhadap kebersihan kawasan Pasar Sentral Yotefa.
Penyusunan sistem penanganan banjir dan sampah yang berkelanjutan.
Warga menegaskan bahwa pemerintah daerah harus hadir dengan solusi nyata, bukan sekadar menerima laporan tanpa tindak lanjut.
Masyarakat Menunggu Bukti, Bukan Janji
Kondisi Pasar Sentral Yotefa saat ini menjadi cerminan persoalan mendasar tentang pelayanan publik dan pemeliharaan infrastruktur perkotaan. Masyarakat berharap Pemerintah Kota Jayapura segera turun tangan sebelum kerusakan semakin parah dan menimbulkan dampak yang lebih luas bagi perekonomian dan kehidupan sosial warga.
"Pasar Sentral Yotefa adalah nadi ekonomi masyarakat. Ketika aksesnya rusak dan terendam, yang dirugikan bukan hanya pedagang, tetapi seluruh warga Kota Jayapura. Sudah saatnya pemerintah membuktikan komitmennya melalui tindakan nyata, cepat, dan terukur," tegas sejumlah warga yang ditemui di lokasi. ( YBM).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar