SPMB SMAN 13 Medan Berjalan Transparan dan Bebas Pungli, Sekolah Tegaskan Penerimaan Siswa Baru Gratis
CNEWS, Medan – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di SMAN 13 Medan berlangsung tertib, transparan, dan tanpa ditemukan praktik pungutan liar (pungli). Proses daftar ulang yang dilaksanakan pada 26–29 Juni 2026 berjalan lancar dengan pengawasan internal sekolah dan melibatkan orang tua/wali murid secara terbuka.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para calon peserta didik dan orang tua datang sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia. Tahapan verifikasi berkas, penandatanganan pakta integritas, hingga pengambilan perlengkapan sekolah dilakukan secara tertib dan terbuka.
Kepala SMAN 13 Medan, Hj. Faujiah Hasibuan, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan siswa baru di sekolah yang dipimpinnya dilaksanakan sesuai petunjuk teknis (juknis) SPMB 2026 dari Dinas Pendidikan Sumatera Utara, yakni tanpa pungutan biaya.
"Alhamdulillah, daftar ulang berjalan baik, tertib, dan kondusif. Kami tegaskan kepada seluruh orang tua bahwa di SMAN 13 Medan tidak ada kutipan apa pun dalam proses penerimaan siswa baru. Semua layanan diberikan secara gratis. Jika ada pihak atau oknum yang mengatasnamakan sekolah dan meminta sejumlah uang, segera laporkan kepada pihak sekolah atau Inspektorat," tegas Faujiah.
Panitia SPMB SMAN 13 Medan juga memastikan seluruh tahapan penerimaan peserta didik telah berjalan sesuai ketentuan melalui jalur domisili, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi.
Menurut panitia, informasi mengenai alur pendaftaran dan biaya resmi telah dipublikasikan secara terbuka melalui papan pengumuman dan grup komunikasi orang tua.
"Seragam dan buku pendukung bersifat opsional dan pembayarannya langsung kepada vendor disertai bukti pembayaran resmi. Tidak ada uang pangkal, uang gedung, maupun pungutan dalam bentuk apa pun," ujar salah seorang panitia.
Salah seorang wali murid, Sri Hartati, mengaku puas dengan proses daftar ulang di SMAN 13 Medan.
"Awalnya saya khawatir akan ada berbagai biaya tambahan. Ternyata prosesnya cepat, petugasnya ramah, dan benar-benar gratis. Kami merasa sangat terbantu karena anak kami bisa melanjutkan pendidikan tanpa beban biaya di awal," katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah I Sumatera Utara, David Elton Baenggolan, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan SPMB di SMAN 13 Medan.
"SMAN 13 Medan dapat menjadi contoh pelaksanaan SPMB yang bersih, akuntabel, dan berpihak kepada masyarakat. Jika ditemukan praktik pungli, kami akan menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Pihak sekolah juga mengimbau masyarakat agar mewaspadai keberadaan calo atau pihak-pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan peserta didik dengan imbalan tertentu. Seluruh informasi resmi mengenai penerimaan siswa baru hanya disampaikan melalui kanal dan media resmi sekolah.
Pada Tahun Ajaran 2026, SMAN 13 Medan menerima sebanyak 432 peserta didik baru yang berasal dari berbagai jalur penerimaan, antara lain jalur keluarga tidak mampu, disabilitas ringan, terdampak bencana alam, anak guru, perpindahan tugas orang tua, prestasi akademik, dan prestasi non-akademik.
Pelaksanaan SPMB yang berlangsung tertib dan bebas pungli di SMAN 13 Medan diharapkan menjadi model penyelenggaraan penerimaan peserta didik yang transparan, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik di dunia pendidikan Indonesia. (Anto.Juntak)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar