CNEWS | KEEROM, PAPUA
Kerusakan Jembatan Sawyatami di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, yang sempat melumpuhkan akses transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat, akhirnya mendapat penanganan cepat. Jembatan darurat yang dibangun oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua–Papua Pegunungan kini telah selesai dan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Ketua LSM WGAB, Yerry Basri, SH., MH., kepada media menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu Jembatan Sawyatami mengalami kerusakan serius hingga mengalami kemiringan yang membahayakan pengguna jalan. Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas dan berdampak langsung terhadap mobilitas warga serta distribusi kebutuhan ekonomi masyarakat.
Menurut Yerry, langkah cepat yang diambil BBPJN Papua–Papua Pegunungan patut diapresiasi. Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses transportasi yang aman, pembangunan jembatan darurat menjadi solusi strategis untuk memulihkan konektivitas wilayah.
“Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari pihak satuan kerja BBPJN wilayah Keerom, selama dua hari terakhir kendaraan roda dua dan roda empat sudah dapat melintasi jembatan darurat yang telah dibangun. Sementara itu, pekerjaan perbaikan jembatan utama yang mengalami kerusakan dan kemiringan masih terus berlangsung,” ujar Yerry.
Meski memberikan apresiasi, Yerry menegaskan bahwa peristiwa ini harus menjadi evaluasi serius bagi seluruh pemangku kepentingan terkait infrastruktur nasional. Menurutnya, pengawasan berkala terhadap kondisi jembatan dan jalan strategis harus diperkuat guna mencegah terulangnya gangguan yang dapat menghambat aktivitas masyarakat.
“Kami mengapresiasi gerak cepat Kepala Balai BBPJN Papua–Papua Pegunungan, Satker Wilayah Keerom, PPK, serta pihak kontraktor yang bekerja di lapangan. Namun ke depan, sistem pemeliharaan dan pengawasan infrastruktur harus lebih proaktif agar kerusakan tidak menunggu sampai mengganggu perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Kembalinya fungsi Jembatan Sawyatami menjadi kabar penting bagi masyarakat Keerom. Selain memulihkan akses transportasi, keberadaan jembatan darurat tersebut juga memastikan roda perekonomian, distribusi logistik, dan aktivitas sosial masyarakat dapat kembali berjalan normal sambil menunggu penyelesaian perbaikan jembatan permanen.
Publik menilai, respons cepat terhadap kerusakan infrastruktur publik merupakan bentuk nyata kehadiran negara. Namun keberhasilan penanganan darurat harus diikuti dengan pengawasan berkelanjutan, transparansi pekerjaan, serta jaminan kualitas konstruksi agar keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
( Tim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar