-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

SATU PORSI MAKAN SIANG DI CINA BISA MENENTUKAN NASIB KEPALA SEKOLAH — INDONESIA HARUS BELAJAR SERIUS SOAL MBG

Kamis, 07 Mei 2026 | Kamis, Mei 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-07T14:39:14Z


CNEWS, Jakarta — Program makan bergizi gratis (MBG) bukan sekadar membagikan nasi dan lauk kepada pelajar. Di sejumlah negara maju seperti Cina, program makan sekolah bahkan dijadikan simbol kedisiplinan negara dalam menjaga masa depan generasi muda.


Di Cina, pengawasan terhadap makanan siswa dilakukan dengan sistem yang sangat ketat, transparan, dan tanpa kompromi. Kepala sekolah wajib duduk bersama murid dan menyantap menu yang sama persis setiap hari. Bukan hanya simbolis, tetapi bentuk tanggung jawab langsung terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak.


Bahkan sebelum para siswa mulai makan, pihak sekolah diwajibkan mencicipi makanan lebih dahulu untuk memastikan keamanan dan kelayakan konsumsi.


Tak berhenti di situ, seluruh aktivitas dapur sekolah dipantau kamera pengawas yang tersambung langsung ke layar ponsel orang tua murid. Mulai dari bahan mentah datang, proses pencucian, pengolahan makanan, hingga penyajian, semuanya dapat dipantau secara real-time


Sistem itu membuat ruang penyimpangan hampir tidak ada. Tidak ada peluang permainan anggaran, pengurangan kualitas bahan, atau kelalaian petugas dapur.


Jika ditemukan pelanggaran, sanksinya sangat tegas. Jabatan kepala sekolah bisa langsung dicopot tanpa kompromi. Bagi pemerintah Cina, keselamatan makanan anak sekolah adalah prioritas negara, bukan proyek formalitas.


Model pengawasan seperti inilah yang mulai menjadi perhatian publik Indonesia di tengah besarnya harapan masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis yang sedang menjadi agenda nasional.


Masyarakat menilai, keberhasilan MBG tidak cukup hanya diukur dari jumlah paket makanan yang dibagikan, tetapi juga dari kualitas, transparansi, kebersihan, dan pengawasan yang benar-benar berjalan.


Penggunaan teknologi digital dianggap dapat menjadi solusi penting. Sistem kamera dapur yang dapat diakses orang tua melalui ponsel dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mencegah praktik korupsi maupun penyimpangan anggaran.


Indonesia sebenarnya memiliki peluang besar untuk menghadirkan sistem MBG modern dan profesional. Dengan jumlah pelajar yang sangat besar, program ini bisa menjadi investasi strategis untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, dan produktif.


Namun para pengamat menilai, keberhasilan program tidak akan tercapai jika pengawasan lemah dan hanya bergantung pada laporan administratif semata.


Transparansi harus menjadi fondasi utama. Orang tua harus diberikan akses pengawasan. Sekolah harus bertanggung jawab langsung. Pemerintah daerah wajib aktif melakukan kontrol. Dan seluruh rantai distribusi pangan harus dipastikan bersih dari praktik permainan anggaran.


Program makan bergizi bukan sekadar urusan isi piring. Ini menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.


Apa yang dilakukan Cina menunjukkan satu pesan penting: negara besar dibangun dari keberanian menjaga generasi mudanya sejak di meja makan sekolah


Indonesia pun mampu melakukan hal yang sama, jika pengawasan dijalankan dengan serius, teknologi dimanfaatkan secara terbuka, dan keselamatan anak ditempatkan di atas kepentingan apa pun.


Sebab satu porsi makan siang hari ini, bisa menentukan masa depan bangsa esok hari. 

( Tim/Red)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update