-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

Prancis Resmi Kunci Dukungan untuk Maroko: Sahara Bergerak Menuju Pengakuan Global dan Akhir Konflik 50 Tahun

Jumat, 22 Mei 2026 | Jumat, Mei 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-21T22:01:08Z


CNEWS, Rabat — Peta geopolitik Afrika Utara memasuki babak baru setelah Prancis secara terbuka dan tanpa ambiguitas mempertegas dukungannya terhadap kedaulatan Maroko atas wilayah Sahara. Tidak lagi sebatas retorika diplomatik, Paris kini mulai menjalankan langkah konkret berupa ekspansi investasi, penguatan layanan konsuler, serta penetrasi budaya langsung di kawasan Sahara Maroko.


Langkah agresif diplomatik ini dipandang sebagai sinyal kuat bahwa komunitas internasional mulai bergerak menuju konsolidasi dukungan terhadap integritas teritorial Maroko sekaligus mempersempit ruang politik bagi kelompok yang selama puluhan tahun mempertahankan konflik Sahara.


Pernyataan resmi tersebut disampaikan Menteri Eropa dan Urusan Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, usai pertemuan strategis dengan Menteri Luar Negeri Maroko, Nasser Bourita, di Rabat, Rabu, 21 Mei 2026.


Dalam konferensi pers bersama, Barrot menegaskan bahwa posisi Paris sepenuhnya sejalan dengan kebijakan Presiden Emmanuel Macron yang sebelumnya telah menyampaikan dukungan resmi kepada Mohammed VI melalui surat diplomatik pada 30 Juli 2024.


Menurut Prancis, persoalan Sahara kini bukan sekadar sengketa regional, melainkan isu strategis yang berkaitan langsung dengan stabilitas keamanan Afrika Utara, pengendalian migrasi ilegal, keamanan Mediterania, dan keseimbangan geopolitik internasional.


Prancis Tegaskan: Otonomi Sahara di Bawah Maroko adalah Solusi Final


Paris secara eksplisit menyatakan bahwa proposal otonomi Sahara yang diajukan Maroko merupakan satu-satunya solusi realistis, kredibel, dan berkelanjutan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari lima dekade.


Pemerintah Prancis juga menilai Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi 2797 tahun 2025 semakin memperkuat legitimasi pendekatan tersebut.


Dukungan Prancis menjadi sangat signifikan karena Paris merupakan anggota tetap Dewan Keamanan PBB dengan pengaruh besar dalam pembentukan arah kebijakan internasional. Sikap resmi ini sekaligus memperlihatkan pergeseran diplomatik global yang semakin condong mendukung posisi Maroko.


Langkah Nyata: Investasi dan Konsuler Mulai Dijalankan


Sebagai implementasi konkret, Prancis mulai memperluas kehadiran langsungnya di wilayah Sahara. Pemerintah Prancis membuka pusat layanan visa dan memperkuat diplomasi budaya melalui lembaga Alliance Française di Laayoune.


Selain sektor budaya dan pendidikan, investasi ekonomi berskala besar mulai diarahkan ke Sahara dengan dukungan penuh dari Agence française de développement. Fokus investasi meliputi pembangunan infrastruktur modern, energi, pendidikan, serta pengembangan ekonomi kawasan.


Penguatan aktivitas diplomatik dan ekonomi tersebut dipandang sebagai bentuk pengakuan nyata terhadap administrasi dan kedaulatan Maroko atas Sahara.


Wilson Lalengke: Dunia Sedang Bergerak Mengakhiri Konflik Sahara


Perkembangan ini turut menjadi perhatian serius di Indonesia. Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko, Wilson Lalengke, menilai keputusan Prancis sebagai “game changer” yang berpotensi mengubah arah geopolitik Afrika Utara secara permanen.


Menurut Wilson, dukungan politik yang disertai langkah ekonomi dan konsuler membuktikan bahwa Prancis tidak lagi berada pada posisi netral pasif, melainkan telah mengambil sikap strategis secara penuh.


“Ketika negara sebesar Prancis mulai membuka jalur konsuler, investasi ekonomi, dan aktivitas budaya resmi di Sahara, maka itu bukan lagi sekadar dukungan diplomatik biasa. Itu adalah pengakuan geopolitik yang sangat kuat terhadap kedaulatan Maroko,” tegas Wilson Lalengke di Jakarta.


Alumni PPRA-48 Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia tahun 2012 itu juga menyoroti pentingnya penyelesaian konflik Sahara demi mengakhiri penderitaan kemanusiaan ratusan ribu warga Sahrawi yang selama puluhan tahun hidup di kamp pengungsian Camp Tindouf.

.

Menurutnya, pendekatan otonomi yang ditawarkan Maroko telah memperlihatkan hasil nyata melalui pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi di Sahara.


Momentum Baru Politik Global


Dukungan terbuka Prancis diperkirakan akan memicu efek domino diplomatik di kawasan Eropa, Afrika, dan Timur Tengah. Banyak pengamat menilai posisi Paris dapat memengaruhi negara-negara lain untuk mengambil langkah serupa dalam mendukung integritas teritorial Maroko.


Dengan semakin kuatnya dukungan internasional terhadap proposal otonomi Sahara, tekanan terhadap kelompok separatis dan aktor politik yang mempertahankan konflik diperkirakan akan semakin besar.


Perubahan besar ini sekaligus menandai babak baru dalam diplomasi internasional, di mana stabilitas kawasan, kepastian geopolitik, dan kepentingan ekonomi global mulai mengarah pada satu kesimpulan: Sahara semakin diakui sebagai bagian tak terpisahkan dari Kerajaan Maroko. ( Tim/Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update