CNEWS, Sumut, Pemadaman listrik berkepanjangan yang terjadi di wilayah Banda Aceh dan Sumatera Utara memicu gelombang kritik keras dari berbagai kalangan masyarakat. Kondisi gelap gulita yang berlangsung selama beberapa hari disebut telah melumpuhkan aktivitas ekonomi, perdagangan, pendidikan, hingga pelayanan masyarakat di sejumlah kawasan.
Aktivis nasional, Yerry Basri Mak, menyampaikan kecaman keras terhadap kinerja PT PLN (Persero) yang dinilai gagal menjamin stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat.
![]() |
| AKTIVIS ANTI KORUPSI YERRY BASRI MAK SH. MH |
Dalam keterangannya kepada media, Yerry menilai pemadaman listrik massal tersebut tidak hanya merugikan masyarakat kecil, tetapi juga memperlihatkan lemahnya manajemen dan kesiapan sistem kelistrikan nasional.
“Pemadaman listrik di Banda Aceh dan Medan mengakibatkan lumpuh total perekonomian masyarakat. Kota menjadi gelap gulita, aktivitas usaha terganggu, pedagang merugi, dan masyarakat menjadi korban,” tegas Yerry Basri Mak SH MH.
Ia mengaku sangat menyayangkan terjadinya pemadaman listrik yang berlangsung berhari-hari tanpa kepastian penyelesaian yang jelas dari pihak PLN. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola kelistrikan nasional.
Yerry juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah tegas terhadap jajaran direksi PT PLN (Persero).
“Saya meminta Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Direktur PT PLN. Pemadaman listrik yang terjadi di Banda Aceh dan Medan telah membuat masyarakat menderita dan perekonomian lumpuh total,” ujarnya.
Menurutnya, negara tidak boleh membiarkan masyarakat terus menjadi korban akibat buruknya pelayanan listrik, terlebih listrik merupakan kebutuhan vital yang menyangkut aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga keamanan masyarakat.
Sejumlah warga di kedua kota juga mengeluhkan terganggunya aktivitas usaha kecil, rusaknya bahan makanan akibat padamnya pendingin, hingga lumpuhnya jaringan komunikasi dan internet di beberapa wilayah. Kondisi ini memicu keresahan luas dan menimbulkan pertanyaan publik terkait kesiapan infrastruktur energi nasional menghadapi gangguan besar.
Hingga kini, pihak PT PLN (Persero) belum memberikan penjelasan rinci terkait penyebab utama pemadaman massal tersebut maupun estimasi pemulihan total di sejumlah wilayah terdampak. ( Tim)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar