-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

Trump Blak-blakan soal Iran: “Tanpa Nuklir Pun Kami Bisa Hancurkan dalam Sehari” — Tegas Tolak Senjata Nuklir, Pilih Tekanan Militer dan Diplomasi Jangka Panjang

Jumat, 24 April 2026 | Jumat, April 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-24T05:16:46Z


CNEWSJakarta — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan keras namun penuh kalkulasi terkait konflik dengan Iran. Di tengah meningkatnya tensi global, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak akan menggunakan senjata nuklir, sekaligus mengklaim kekuatan militer Amerika cukup untuk melumpuhkan Iran dalam waktu sangat singkat.


Berbicara di Gedung Putih, Trump mempertanyakan urgensi penggunaan senjata pemusnah massal tersebut.


“Mengapa saya harus menggunakan senjata nuklir? Kita sudah menghancurkan mereka sepenuhnya dengan cara konvensional,” ujarnya di hadapan wartawan.


Ia kemudian mempertegas posisinya dengan nada yang lebih normatif namun tetap tegas: “Tidak, saya tidak akan menggunakannya. Senjata nuklir seharusnya tidak pernah diizinkan untuk digunakan oleh siapa pun.”


Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran internasional soal potensi eskalasi konflik menjadi perang nuklir. Laporan dari Reuters dan Al Arabiya menyebutkan bahwa Trump juga tidak ingin tergesa-gesa dalam menyepakati perdamaian dengan Iran.


“Jangan terburu-buru,” katanya singkat namun penuh makna, menandakan strategi negosiasi yang berhati-hati dan berorientasi jangka panjang.


Namun di balik sikap diplomatis tersebut, Trump tetap melontarkan klaim agresif mengenai kondisi militer Iran. Ia menyebut hampir seluruh kekuatan utama Iran telah dilumpuhkan oleh Amerika Serikat.


“Angkatan laut mereka sudah hancur. Angkatan udara mereka sudah hancur. Pertahanan anti-pesawat mereka juga sudah hancur,” tegasnya.


Trump juga menyinggung kemungkinan Iran memperkuat diri selama masa gencatan senjata dua minggu terakhir. Meski demikian, ia menilai hal itu tidak signifikan.


“Mungkin mereka menambah sedikit persenjataan, tapi jika itu benar, kita akan menghancurkannya dalam satu hari,” cetusnya dengan nada percaya diri tinggi.


Lebih jauh, Trump mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya mampu mencapai kesepakatan damai dengan cepat. Namun, ia sengaja menahan diri demi mendapatkan hasil yang lebih permanen.


“Saya bisa membuat kesepakatan sekarang juga, tetapi saya tidak ingin melakukannya. Saya ingin kesepakatan yang berlaku selamanya,” ujarnya.


Di sisi lain, Gedung Putih juga bergerak cepat meredam rumor yang sempat viral. Isu yang menyebut Trump mencoba menggunakan kode nuklir dalam rapat darurat terkait Iran dibantah keras oleh juru bicara resmi.


Pernyataan terbaru ini menunjukkan pendekatan khas Trump: kombinasi tekanan militer maksimal, retorika dominan, dan strategi negosiasi jangka panjang. Di satu sisi, ia menolak penggunaan nuklir demi menjaga batas moral global. Namun di sisi lain, ia tetap mengirim pesan kuat bahwa Amerika Serikat berada dalam posisi dominan—dan siap bertindak cepat jika diperlukan.


Situasi ini menempatkan dunia pada persimpangan krusial: antara peluang terciptanya kesepakatan damai permanen atau risiko konflik yang kembali memanas sewaktu-waktu.(tim/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update