CNEWS, Jakarta — Momentum penting bagi perkembangan olahraga baru di Indonesia terjadi pada Kamis, 9 April 2026. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia, Marciano Norman, secara resmi mengukuhkan kepengurusan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia periode 2023–2028 di Gedung KONI Pusat, Senayan, Jakarta.
Pengukuhan ini menjadi tonggak strategis dalam mempercepat pengembangan olahraga teqball di Tanah Air, sekaligus menegaskan komitmen untuk membawa cabang olahraga tersebut ke level prestasi internasional.
Kepengurusan baru dipimpin oleh Ketua Umum Calvin Legawa dan Sekretaris Jenderal Susan Soebekti, bersama jajaran pengurus yang berasal dari berbagai latar belakang—mulai dari praktisi olahraga, tokoh nasional, hingga profesional lintas sektor.
Dalam arahannya, Marciano Norman menegaskan bahwa teqball memiliki potensi besar untuk berkembang pesat di Indonesia, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga inovatif.
“Teqball harus mampu mengejar ketertinggalan dan menargetkan prestasi di ajang internasional seperti SEA Games, Asian Games hingga Olimpiade,” menjadi penekanan utama dalam pengukuhan tersebut.
Teqball: Olahraga Inovatif yang Kian Diminati
Teqball merupakan olahraga modern yang berasal dari Hungaria, menggabungkan unsur sepak bola, tenis meja, dan sepak takraw. Permainan ini menggunakan meja khusus melengkung (teq table), dengan aturan unik: pemain tidak diperbolehkan menggunakan tangan, melainkan mengandalkan kaki, dada, kepala, dan bagian tubuh lainnya untuk mengontrol dan mengembalikan bola.
Karakteristik tersebut menjadikan teqball sebagai olahraga yang menuntut teknik tinggi, stamina, serta kontrol bola yang presisi.
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teqball di Indonesia menunjukkan tren positif. Cabang olahraga ini telah terbentuk di berbagai provinsi dan mulai menarik perhatian generasi muda serta komunitas olahraga.
Dukungan Tokoh Nasional Perkuat Ekspansi Teqball
Kekuatan kepengurusan PP POTSI tidak hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi juga pada dukungan tokoh-tokoh nasional yang masuk dalam jajaran pembina dan penasehat. Di antaranya:
Erick Thohir
Raja Sapta Oktohari
Maruli Simanjuntak
Richard Tampubolon
Kehadiran tokoh-tokoh ini diyakini akan mempercepat penguatan ekosistem teqball nasional, baik dari sisi pembinaan atlet, dukungan kebijakan, hingga akses sponsor.
Tak hanya itu, praktisi media Solon Sihombing juga turut dikukuhkan sebagai pengurus yang membidangi hubungan internasional. Peran ini dinilai strategis dalam membuka jejaring global serta memperkuat diplomasi olahraga Indonesia di kancah dunia.
Target Besar: Prestasi dan Industrialisasi Olahraga
Ketua Umum POTSI, Calvin Legawa, menyampaikan bahwa kepengurusan baru akan fokus pada dua hal utama: peningkatan prestasi atlet dan penguatan struktur organisasi di daerah.
Langkah konkret yang disiapkan meliputi:
Pembentukan dan penguatan pengurus provinsi
Standarisasi pelatihan atlet
Penyelenggaraan kompetisi nasional
Ekspansi kerja sama internasional
Di sisi lain, Ketua Umum KONI juga menekankan pentingnya dukungan sponsor sebagai kunci keberlanjutan pembinaan.
“Olahraga ini harus dikemas secara profesional agar menarik dukungan industri dan sponsor,” menjadi pesan strategis dalam mendorong teqball tidak hanya sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari industri olahraga nasional.
Optimisme Menuju Panggung Dunia
Dengan struktur kepengurusan yang solid dan dukungan lintas sektor, teqball Indonesia kini berada pada fase penting: dari olahraga komunitas menuju cabang olahraga prestasi yang kompetitif di tingkat global.
Target untuk tampil dan berprestasi di ajang multievent seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade bukan lagi sekadar wacana, melainkan roadmap yang mulai disusun secara sistematis.
Pengukuhan PP POTSI 2023–2028 menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam perkembangan olahraga baru dunia.
Teqball kini bukan hanya tren—melainkan peluang prestasi. ( Red)




.jpg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar