Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

Dari Kebun ke Energi Global: Asian Agri dan Apical Perkuat Hilirisasi Sawit, Dorong Ketahanan Energi dan Ekonomi Nasiona

Kamis, 09 April 2026 | Kamis, April 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-09T11:51:11Z


CNEWS, Pekanbaru, Riau — Industri kelapa sawit Indonesia kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung ekonomi nasional sekaligus motor transisi energi berkelanjutan. Momentum Idulfitri dimanfaatkan Asian Agri bersama Apical untuk memperkuat sinergi strategis melalui kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Grand Zuri Pekanbaru, Selasa (8/4/2026).

Acara yang dihadiri insan pers ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum strategis untuk menegaskan arah masa depan industri sawit—dari sektor hulu hingga hilir—yang kini semakin terintegrasi dan bernilai tambah tinggi.



Sawit Bukan Sekadar Komoditas, Tapi Ekosistem Strategis


Head of Corporate Communications RGE Agri, Prama Yudha Amdan, menegaskan bahwa halal bihalal menjadi momentum refleksi untuk memperkuat nilai kebermanfaatan, integritas, dan keberlanjutan dalam industri sawit.


Menurutnya, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas paling efisien karena hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan—mulai dari minyak untuk kebutuhan pangan dan energi, hingga limbah yang diolah kembali menjadi pupuk dan sumber energi.




“Ini mencerminkan prinsip ekonomi sirkular, di mana tidak ada bagian yang terbuang. Semua memiliki nilai,” ujarnya.


Konsep ini mempertegas posisi sawit sebagai ekosistem industri yang tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menciptakan siklus ekonomi berkelanjutan yang berdampak luas bagi masyarakat.


Hulu Kuat, Hilir Bernilai Tinggi: Strategi Terintegrasi


Di sektor hulu, Asian Agri terus memperkuat praktik budidaya berkelanjutan melalui penggunaan bibit unggul Topaz, peningkatan produktivitas tanpa ekspansi lahan, serta program peremajaan tanaman.


Pendekatan ini dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan perlindungan lingkungan.


Sementara itu, di sektor hilir, Apical mengembangkan inovasi produk bernilai tambah tinggi. Minyak sawit kini tidak hanya hadir sebagai minyak goreng, tetapi telah berkembang menjadi:


Oleokimia untuk industri

Functional fats untuk pangan olahan

Energi terbarukan seperti Sustainable Aviation Fuel (SAF)


Transformasi ini mencerminkan perjalanan sawit modern yang dikenal dengan konsep “dari dapur hingga avtur”, memperluas manfaatnya dari kebutuhan rumah tangga hingga sektor energi global.


Kemitraan Jadi Kunci: Petani dan Perusahaan Harus Sejalan


Prama menegaskan bahwa keberlanjutan industri sawit tidak dapat dicapai secara individual. Kolaborasi antara perusahaan dan petani menjadi faktor penentu keberhasilan.


Melalui semangat Bermitra Lebih Baik, Asian Agri telah menjalin kemitraan dengan lebih dari 30.000 petani plasma di Riau dan Jambi, yang secara kolektif mengelola sekitar 60.000 hektare lahan.


Kemitraan ini tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani serta memperkuat struktur sosial ekonomi di daerah.


Peran Media: Pilar Transparansi dan Kepercayaan Publik


Mewakili insan pers Riau, Zurfa Irwan mengapresiasi konsistensi perusahaan dalam membangun komunikasi terbuka dengan media.


“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi jembatan kepercayaan antara perusahaan dan media. Kuncinya adalah keterbukaan dan saling percaya,” ujarnya.


Pernyataan ini menegaskan bahwa transparansi menjadi elemen penting dalam menjaga legitimasi industri sawit di tengah sorotan publik, baik di tingkat nasional maupun global.


Komitmen 5C: Fondasi Bisnis Berkelanjutan


Sebagai bagian dari grup RGE, Asian Agri dan Apical mengusung filosofi 5C:


Good for Community

Good for Country

Good for Climate

Good for Customer

Good for Company


Pendekatan ini menempatkan keberlanjutan sebagai inti strategi bisnis, memastikan bahwa pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan kontribusi nyata terhadap masyarakat dan lingkungan.


Profil Asian Agri: Pelopor dan Penggerak Sawit Berkelanjutan


Didirikan pada 1979, Asian Agri telah berkembang menjadi salah satu perusahaan kelapa sawit terkemuka di Indonesia, dengan pengelolaan lebih dari 100.000 hektare perkebunan dan dukungan tenaga kerja lebih dari 200.000 orang.


Sebagai pelopor program PIR-Trans bersama pemerintah, perusahaan ini memainkan peran penting dalam pengembangan perkebunan rakyat dan peningkatan kesejahteraan petani.


Seluruh operasionalnya telah mengantongi sertifikasi internasional seperti:


Roundtable on Sustainable Palm Oil

International Sustainability and Carbon Certification


Sertifikasi ini menegaskan komitmen terhadap produksi minyak sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.


Arah Baru Sawit Indonesia: Energi, Industri, dan Kedaulatan Ekonomi


Kegiatan Halal Bihalal ini menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan. Ia menjadi simbol konsolidasi industri sawit nasional dalam menghadapi tantangan global—mulai dari isu lingkungan, tekanan pasar internasional, hingga kebutuhan energi bersih.


Dengan strategi hulu-hilir terintegrasi, kemitraan kuat, serta inovasi berkelanjutan, industri sawit Indonesia kini bergerak menuju fase baru: dari sekadar komoditas ekspor menjadi pilar utama ketahanan energi dan kedaulatan ekonomi nasional.


Sawit bukan lagi sekadar minyak—melainkan masa depan energi dan industri Indonesia.

( Syh) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update