-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

“Pahlawan Perdamaian Pulang ke Pangkuan Ibu Pertiwi” — Kopda Anumerta Rico Pramudia Dimakamkan dengan Kehormatan Militer Penuh di TMP Lubuk Pakam

Rabu, 29 April 2026 | Rabu, April 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-29T16:31:59Z


CNEWS | Sumatera Utara — 28 April 2026. Suasana duka bercampur kebanggaan menyelimuti prosesi pemulangan hingga pemakaman prajurit terbaik bangsa, Kopda Anumerta Rico Pramudia, yang gugur dalam tugas misi perdamaian dunia di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.


Sebagai bentuk penghormatan tertinggi negara, seluruh rangkaian prosesi dilaksanakan dengan protokol militer penuh—dari penjemputan di Jakarta hingga pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Lubuk Pakam, Sumatera Utara.


Disambut Upacara Militer di Tanah Air


Jenazah almarhum tiba di Indonesia pada Sabtu (26/4/2026) melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, setelah diterbangkan dari Beirut dengan transit di Dubai menggunakan maskapai Emirates (penerbangan EK356).


Setibanya di Terminal Kargo pukul 15.40 WIB, peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih langsung disambut upacara militer dengan penuh khidmat. Foto almarhum diletakkan di atas peti, menjadi simbol penghormatan terakhir dari negara.


Upacara dipimpin oleh Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Mochammad Hasan, dengan Komandan Upacara dari Danyonif Mekanis 121/MK—satuan asal almarhum. Pasukan upacara terdiri dari satu SSK Yonif 121/MK serta korps musik (korsik) Mabes TNI.


Penghormatan terakhir ditandai dengan tembakan salvo tiga kali, diiringi suasana haru dari keluarga dan para pejabat tinggi TNI yang hadir, termasuk Kepala Staf Angkatan Darat, perwakilan tiga matra, Dubes RI untuk Lebanon, serta perwakilan PBB di Indonesia.


Perjalanan Pulang ke Sumatera Utara


Dari Jakarta, jenazah diberangkatkan menuju Sumatera Utara menggunakan pesawat Hercules TNI AU dengan nomor registrasi A-1325. Setibanya di Lanud Soewondo Medan sekitar pukul 21.30 WIB, prosesi kembali dilanjutkan dengan upacara militer yang dipimpin Danrem 022/Pantai Timur.


Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Dolok Manampang, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, menggunakan ambulans militer. Sepanjang perjalanan, warga tampak berjejer memberikan penghormatan terakhir kepada prajurit yang gugur di medan tugas internasional.


Dimakamkan dengan Kehormatan Militer Penuh


Pada Rabu (28/4/2026), almarhum dimakamkan di TMP Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, dengan upacara militer lengkap.


Prosesi pemakaman berlangsung khidmat:

Peti jenazah dipikul enam prajurit TNI

Tembakan salvo tiga kali sebagai penghormatan terakhir

Tiupan sangkakala “Last Post” menggema mengiringi perpisahan


Bendera Merah Putih yang menyelimuti peti kemudian diserahkan kepada ahli waris, sebagai simbol kehormatan dan pengorbanan tertinggi seorang prajurit kepada negara.


Kenaikan Pangkat Anumerta dan Hak Keluarga


Sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanannya, negara memberikan kenaikan pangkat anumerta dari Praka menjadi Kopda Anumerta kepada almarhum.


Selain itu, keluarga yang ditinggalkan menerima hak-hak sebagai berikut:


Santunan kematian tugas operasi luar negeri sebesar Rp550 juta dari Kementerian Pertahanan


Asuransi dari ASABRI sekitar Rp400 juta

Beasiswa pendidikan anak hingga jenjang S1 dari Yayasan Kartika Eka Paksi

Kesempatan pengangkatan PNS bagi satu anggota keluarga

Gaji terusan selama 36 bulan


Diakui Dunia: “Pahlawan Perdamaian” UNIFIL


Karena gugur dalam misi internasional, almarhum dianugerahi gelar “Pahlawan Perdamaian” oleh UNIFIL. Namanya kini diabadikan di Monumen Perdamaian Dunia di Naqoura, Lebanon—sebuah penghormatan internasional bagi prajurit yang gugur demi menjaga stabilitas global.


Pengakuan ini menegaskan bahwa pengorbanan prajurit Indonesia tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga dihormati di panggung dunia.


Catatan Redaksi: Pengorbanan yang Tak Boleh Dilupakan


Kisah gugurnya Kopda Anumerta Rico Pramudia bukan sekadar berita duka. Ini adalah pengingat keras bahwa di balik misi perdamaian dunia, ada nyawa yang dipertaruhkan.


Indonesia kembali kehilangan putra terbaiknya—bukan di medan perang dalam negeri, tetapi di garis depan menjaga perdamaian global.


Penghormatan negara melalui prosesi militer bukan sekadar seremoni, melainkan simbol bahwa pengorbanan prajurit tidak akan pernah dilupakan.


CNEWS mencatat: nama Rico Pramudia kini bukan hanya milik keluarga, tetapi telah menjadi bagian dari sejarah pengabdian Indonesia di panggung dunia. ( Tim) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update