Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan Paskah

Iklan Paskah

LKPPB Rampungkan AD/ART, Konsolidasi Kekuatan Sipil untuk Kawal Pembangunan Bogor Secara Akuntabel dan Berbasis Data

Selasa, 21 April 2026 | Selasa, April 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-21T16:54:58Z


CNEWS | BOGOR — Lembaga Kajian Percepatan Pembangunan Bogor (LKPPB) mulai menegaskan posisinya sebagai kekuatan sipil strategis dalam mengawal arah pembangunan daerah. Melalui rapat intensif yang digelar di Hotel Horison Sayaga pada Senin (20/4/2026), pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) resmi dirampungkan sebagai fondasi utama organisasi.


Langkah ini bukan sekadar formalitas kelembagaan, melainkan menjadi titik awal konsolidasi serius untuk memastikan LKPPB hadir sebagai lembaga kajian independen yang mampu memberikan kontribusi nyata, terukur, dan berbasis data dalam percepatan pembangunan Kabupaten Bogor.


Rapat berlangsung dinamis, terbuka, dan sarat gagasan kritis. Para penggagas tidak hanya menyusun norma organisasi, tetapi juga merumuskan arah strategis agar LKPPB tidak terjebak sebagai lembaga simbolik, melainkan menjadi motor penggerak pengawasan dan penguatan kebijakan publik.


Pembahasan dipimpin oleh Achmad Herman Hermawan, didampingi pembina H. RM Danang Donoroso, serta sejumlah penggagas utama seperti Idris Santoso, Munir Djalil, dan H. Amirulloh.


Sebelumnya, LKPPB telah dideklarasikan dalam momentum Halal Bihalal di kawasan Saung Muara yang dihadiri puluhan organisasi masyarakat dan LSM se-Kabupaten Bogor. Deklarasi tersebut menjadi titik temu awal kekuatan sipil sebelum memasuki fase penguatan struktur dan legitimasi organisasi.

Munir Djalil menegaskan, penyusunan AD/ART merupakan instrumen krusial untuk menjaga arah gerak lembaga tetap konsisten dan tidak menyimpang dari tujuan awal.


“Kita tidak ingin LKPPB hanya berhenti pada nama. AD/ART ini adalah kompas utama agar setiap langkah memiliki arah yang jelas, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik,” tegasnya.


Lebih jauh, ia menyoroti bahwa kekuatan utama LKPPB tidak terletak pada struktur semata, melainkan pada kesamaan visi kolektif yang dibangun sejak awal.


“Ini bukan sekadar kumpulan individu atau organisasi. Kita menyatukan tujuan besar: memastikan pembangunan berjalan transparan, tepat sasaran, dan benar-benar dirasakan masyarakat. Ketika kepercayaan sudah terbentuk, maka gerakan sekecil apa pun bisa berdampak besar,” ujarnya.


Secara strategis, LKPPB menempatkan diri sebagai lembaga kajian independen yang akan fokus pada tiga pilar utama: penyusunan kajian berbasis data, pemberian rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah, serta penguatan fungsi kontrol sosial masyarakat terhadap proses pembangunan.


Dalam konteks nasional, kehadiran LKPPB mencerminkan meningkatnya peran masyarakat sipil dalam mengawal tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Model kolaborasi antara lembaga kajian dan masyarakat ini dinilai penting, terutama di tengah tuntutan publik terhadap efektivitas penggunaan anggaran dan pemerataan pembangunan daerah.


Tak hanya itu, LKPPB juga berkomitmen menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus meningkatkan literasi publik terkait pembangunan dan pengelolaan anggaran daerah.


Langkah ini dinilai krusial untuk mendorong partisipasi masyarakat yang lebih aktif, kritis, dan konstruktif dalam proses pembangunan.


“Harapannya jelas, pembangunan di Bogor tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran dan berkeadilan. Yang terpenting, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” tutup Munir.


Dengan rampungnya AD/ART, LKPPB kini memasuki fase operasional yang akan menjadi ujian sejauh mana komitmen dan integritas lembaga ini dalam mengawal pembangunan daerah. Di tengah sorotan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas, langkah LKPPB berpotensi menjadi model penguatan peran masyarakat sipil yang relevan untuk direplikasi secara nasional.( Tim) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update